Sentra Kerajinan Bata Merah Di Grobogan

0 150

Kerajinan Bata Merah

Seorang perajin batu bata di Desa Putat, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Ichwan, menuturkan, saat musim penghujan, produksi batu bata berkurang 50 persen akibat proses pengeringan tak optimal. Karena itulah, pada akhirnya perajin menaikan harga jualnya.

Ichwan menjelaskan, saat musim kemarau bisa mencetak mencetak 10 ribu batu bata tiap bulannya. Namun saat musim penghujan hanya 5 ribu batu bata. Otomatis harus menaikkan harga untuk menyambung hidup. Bertahan dengan pengeringan yang cukup molor

 

 

Harga batu bata hasil produksi perajin batubata di wilayah Grobogan saat musim kemarau yaitu Rp 350 ribu per seribu buah. Namun saat musim penghujan harga batubata meningkat menjadi Rp 470 ribu hingga Rp 500 ribu per seribu batu bata.

Ichwan menjamin, meksipun musim hujan kualitas batu bata yang dibuat dari tanah sedimentasi sungai di wilayah Grobogan tetap maksimal. Selain pelanggan lokal, mayoritas para pelanggan batu bata Kabupaten Grobogan berasal dari wilayah Jawa Tengah.

Perajin batu bata di wilayah Kabupaten Grobogan yang memanfaatkan tanah pendangkalan sungai jumlahnya mencapai ratusan. Mereka tersebar di sejumlah titik lokasi di sepanjang Sungai Lusi dan Sungai Serang.

“Biasanya pelanggan kami datang sendiri atau pengepul yang datang ke sini. Ada yang dari Semarang, Ungaran dan Grobogan. Batubata dari sedimentasi ini termasuk digandrungi pelanggan karena selain terjangkau kualitas juga baik. Kuat dan tahan lama,” jelas Ichwan

Source Sentra Kerajinan Bata Merah Di Grobogan Sentra Kerajinan Bata Merah Di Grobogan
Comments
Loading...