Sentra Kerajinan Batako Di Cimahi

0 250

Sentra Kerajinan Batako Di Cimahi

Para pengrajin batako di RW 07 dan RW 08 Kampung Ciseupan, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi masih menggunakan alat produksi sederhana berupa alat cetak batako  sekaligus alat untuk mengepresnya terbuat dari besi dengan kapasitas satu alat cetak menghasilkan satu batako.

“Alat cetak batako ini kami beli dari pengrajin alat cetak batako di Kelurahan Leuwigajah,” kata Ade, salah seorang pengrajin batako di Kecamatan Cimahi Selatan.

Meski alat cetak dan sekaligus sebagai alat pengepres tersebut masih sederhana, tapi harganya mencapai Rp 2,5 juta per buah.

Menurut Ade, agar dapat menggunakan alat cetak batako terbuat dari besi itu dengan menghasilkan batako yang mulus sesuai standar, dirinya membutuhkan waktu satu minggu. “Awal-awal membuat batako dengan alat ini, selalu gagal. Tapi, setelah seminggu baru bagus sesuai dengan yang diharapkan. Sekarang saya sudah mahir, namun karena sudah tua hanya kuat membuat batako sebanyak 400 buah saja setiap harinya. Mencetak batako itu membutuhkan tenaga untuk ngepresnya,” kata Ade.

Produksi batako yang dihasilkan para pengrajin batako di Kampung Ciseupan, Kelurahan Cibeber, bentuk dan ukurannya sama, yaitu berbentuk balok, ukuran panjang 21 centimeter, lebar 11 centimeter dan tingginya 6 centimeter. Batako tersebut dijual dengan harga antara Rp 600 sampai Rp 650 per buah sampai naik dalam bak terbuka mobil angkutan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun jabarprov.go.id dari Dinas Koperasi UMKM, Perindustrian, Perdagangan dan Pertanian (Diskopindagtan) Kota Cimahi, para pengrajin batako tersebut akan dilakukan pembinaan yang melibatkan banyak pihak, yaitu pemerintah, kalangan akademisi, bisnis dan komunitas.

Source http://jabarprov.go.id http://jabarprov.go.id/index.php/news/12504/2015/05/28/Pengrajin-Batako-Cibeber-Masih-Gunakan-Alat-Cetak-Sederhana
Comments
Loading...