Sentra Kerajinan Batako Di Sleman

0 198

Sentra Kerajinan Batako Di Sleman

Permintaan pasar Batako memang tidak sebanyak dengan batu bata merah. Namun, minat masyarakat akan batako masih ada sehingga pengrajin batako di Dusun Paraksari, Pakem, Kabupaten Sleman ini masih bertahan.

Menurut, Didik Indarto, salah seorang perajin batako permintaan pasar batako saat ini masih ada, tapi tidak menentu. Terkadang, dalam satu bulan, ia bisa menjual batako sampai 10 ribu biji, namun disaat pasar sepi, ia hanya mampu menjual 3 ribu biji, dengan harga Rp 2.500/ biji, ukuran 38x19x10.

Untuk per biji, lanjut Didik, ia hanya mendapatkan profit bersih sekitar 400-500 rupiah bersih. Apabila laku 3 ribu per bulan, ia mengantongi untung sekitar Rp.1,5 juta. Penghasilan itu, kata Didik belum bisa mencukupi kebutuhan keluarga.

Usaha batako yang dijalani Didik sejak setahun lalu itu, tetap ia pertahankan, meski penghasilannya tidak bisa menutupi kebutuhan sehari-hari ekonomi keluarga.

Namun demikian, pria bertubuh tinggi besar ini, mengaku tidak pernah merasa putus asa. Ia menyiasati sepinya pasar batako dengan berkeliling ke beberapa tempat menawarkan batako.

“Jika hanya diam menunggu order, tentunya kita akan gulung tikar cepat. Tapi dimana ada kemauan merubah nasib, pasti ada jalan. Salah satu yang saya jalani adalah keliling menawarkan batako, baik ke toko-toko material atau ke orang yang terdengar ingin membangun rumah. Alhamdulillah, ada tambah sedikit dari cara ini,” katanya.

Masih kata Didik, selain memproduksi batako, usaha lain yang dijalaninya di rumah yaitu menjual ayam potong, ikan nila, lele, bawal, dan gurame. Dari usaha ini, ia kemudian mampu menutupi kebutuhan sehari-hari keluarganya.

Source http://hallojogja.com http://hallojogja.com/meski-hanya-profit-rp-400-500-perak-per-biji-pengrajin-batako-ini-tetap-bertahan
Comments
Loading...