Sentra Kerajinan Batik Bakaran Di Pati

0 200

Sentra Kerajinan Batik Bakaran Di Pati

Motif batik bakaran sudah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit. Sempat tenggelam dan hampir dilupakan. Kini, batik bakaran mulai bergeliat lagi. Saat ini, lebih dari 300 perajin terus melestarikannya.

Selain motifnya yang unik, batik bakaran juga memiliki kisah sejarah yang erat dengan runtuhnya Kerajaan Majapahit. Penjaga museum pusaka dan pembuat seragam prajurit dari Kerajaan Majapahit, Nyi Banoewati, menularkan keterampilannya membatik ketika melarikan diri ke daerah Bakaran di Juwana, Pati, Jawa Tengah.

Yahyu, misalnya, sudah belajar membatik dari ibunya sejak tahun 1970-an. Kini, ia memiliki lebih dari 50 karyawan untuk memproduksi batik bakaran. Motif batik bakaran klasik dari Majapahit yang hingga kini masih diproduksi oleh Yahyu antara lain motif batik sekar jagat, padas gempal, magel ati, dan limaran.

Salah satu motif batik unik yang hanya bisa dijumpai di Desa Bakaran Wetan dan Desa Bakaran Kulon ini adalah motif gandrung. Motif gandrung berupa garis-garis saling bersilangan ini melambangkan kegandrungan atau kerinduan terhadap kekasih.

Menurut Yahyu, permintaan batik bakaran ini terus mengalir dari berbagai kota besar, seperti Jakarta, Bandung, dan Bogor. Para perajin berharap batik bakaran bisa menembus hingga pasar dunia.

Saat ini, sebanyak 17 motif batik bakaran sudah dipatenkan. Sebagian dari motif yang sudah dipatenkan itu adalah motif blebak kopi, kopi pecah, gringsing, dan limaran. Motif-motif ini terus dikembangkan oleh perajin dengan menciptakan tambahan motif baru yang menyerupai bunga, ikan, air, dan pohon.

Source Sentra Kerajinan Batik Bakaran Di Pati Sentra Kerajinan Batik Bakaran Di Pati
Comments
Loading...