Sentra Kerajinan Batik Belanda Di Imogiri

0 329

Sentra Kerajinan Batik Belanda Di Imogiri

Belanda memberi pengaruh pada desain busana di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan diketemukannya motif atau corak batik Little Red Riding Hood yang merupakan suatu cerita dongeng yang berkembang di Eropa, antara tahun 1840-1940 di sekitar daerah pesisir. Suatu motif batik yang memberi pengaruh motif batik di Indonesia selanjutnya. Yang kemudian disebut sebagai Batik Belanda.

Batik Belanda ini awal mulanya diprakarsai oleh Gubernur Sir Thomas Stamford Raffles yang tertarik untuk menggunakan motif batik sebagai motif cetak pada kain. Ketika sesampainya di Indonesia, penggagas Kebun Raya Bogor ini mengirim kain-kain batik ke Inggris untuk dilakukan proses percetakan secara massal. Di Belanda terdapat beberapa perusahaan industri batik seperti Oosterom, Metzelaar, dan Franquemont.

Bahkan kain batik ini dibuat seperti baju-baju yang populer masa itu. Sedangkan pria menggunakan kain batik sebagai bahan untuk membuat celana panjang. Biasanya dipakai ketika para pria sedang bersantai di rumah, dengan dipadu padankan baju katun yang pendek berwarna putih. Mengenai pewarnaan yang dilakukan terhadap kain batik, awalnya mereka menggunakan pewarna alami seperti yang dilakukan penduduk pribumi kala itu. Namun, karena tuntutan produksi akhirnya pengusaha Batik Belanda menggunakan pewarna sintetis.

Motif batik Belanda lebih kepada nuansa Eropa. Selain bercorak cerita Si Topi Merah (Dongeng-dongeng yang beredar di Eropa kala itu), juga ada cerita Snow White, Hanzel, and Gretel. Corak lainnya yaitu tema batik seperti Batik Sirkus, Batik Kapal Api, dan Batik Wayang.

Kembali pada motif kapal api, ketika dikonfirmasi soal motif kapal pada batik di wilayah Imogiri ini, produsen batik Giriloyo, Giyarti, tidak memahami sejarah motif itu. Hal yang sama juga diungkapkan oleh produsen Mukhoyaroh yang juga merupakan Ketua Kelompok Pengrajin Batik Tulis Berkah Lestari di desa Giriloyo, Wukirsari, Imogiri Yogyakarta. “Masalah motif seperti ini, karena ada ceritanya yang begini-begitu, saya juga kurang tahu. Setahu saya cuma, saya ada kelompok, terus kemudian salah satu anggotanya ada yang bisa bikin batik batik seperti ini. Perkapalan misalnya, dia cuma membatik saja.” Demikian Mukhoyaroh.

Source https://www.fatinia.com https://www.fatinia.com/motif-batik-pesisir-jawa/
Comments
Loading...