Sentra Kerajinan Batik Besurek Di Bengkulu

Batik Besurek from Bengkulu, Sumatra, Indonesia. Draw inspiration from Arabic calligraphy.
0 205

Sentra Kerajinan Batik Besurek Di Bengkulu

Membatik, memang bukan pekerjaan yang populer di Provinsi Bengkulu. Apalagi di kalangan usia muda, membatik dipandang pekerjaan yang kolot. Padahal, tidak sedikit pula yang menggantungkan hidup dengan membatik. Malahan, pembatik mampu menyekolahkan anaknya hingga lulus sarjana.

Tati Daud, pengrajin batik Kain Besurek berusia 52 tahun yang masih eksis saat ini. 30 tahun bukan waktu yang lama, selama itu ia masih merasakan panasnya terkena tetesan lilin.

Seakan tidak peduli tangan manis berusia 22 tahun waktu itu terkelupas akibat panasnya lilin. Tidak mengira pula tangannyapun menjadi berwarna usai mencelupkan kain.

Selama 2 tahun batik yang dibuatnya masih amburadul. Motif yang ia hasilkan tidak laku keras. Tetapi, untung saja dengan melihat semangat dan ketekunannya, bos di tempatnya bekerja masih mempertahakannya.

Lima tahun berjalan, Tati mulai mahir. Motif yang ia hasilkan diminati para pecinta batik. Dan akhirnya, ia memutuskan untuk memproduksi sendiri dengan modal seadanya. Setelah batik sudah diproduksi Tati mengalami kesulitan dalam memasarkan batik, hingga ia membawa keliling batik hasil tangannya ke kantor-kantor dan menitipkan batiknya ke warung oleh-oleh. Tak jarang ia merengkuk sedih, karena banyak yang “ngutang”. Terpaksa, ia mencari modal lagi untuk bisa memproduksi yang baru.

Perjalanannya mencari nafkah berubah menjadi sebuah perjuangan. Berjuang mempertahankan batik Kain Besurek untuk terus bisa bertahan, bisa eksis dan menjadi kebanggaan. Sekarang, canting yang berisikan lilin berwarna coklat itu hanya digenggam oleh tangan yang keriput, tua dan renta.

Kain Besurek sangat sulit dijual. Sejak 30 tahun lalu hingga sekarang, itu masih dirasakan pengrajin batik. Pembatik hanya diselamatkan oleh program pemerintah. Pergantian pemimpin, harapan hidup kembang kempis. Saat ini, kesadaran dan semangat generasi muda bukan untuk besurek, tapi untuk menyelamatkan hidup. Secara bertahap, cita-cita Kain Besurek berada dalam gelap. Bahkan, generasi muda inilah nanti menjadi penjajah Kain Besurek. Karena membawa batik perinting ke Bengkulu, baginya ini lebih menjanjikan. Jangan sampai ini menjadi perang dingin, pengrajin batik dengan pengusaha batik perinting harus bisa balance.

Source http://www.bengkulunews.co.id http://www.bengkulunews.co.id/canting-berlilin-coklat-di-telapak-tangan-yang-keriput
Comments
Loading...