Sentra Kerajinan Batik Di Cirebon

0 254

Sentra Kerajinan Batik Di Cirebon

Para perajin batik tradisional di daerah Pantura Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengaku keunikan batik yang menggunakan warna alami mampu memikat pasar ekspor. Sugiono, salah seorang perajin batik Cirebon menuturkan, batik tradisional yang menggunakan pewarna alami diminati pasar ekspor, karena unik dibandingkan produk pewarna sintetis. Ia mengaku sudah menerima pesanan dari Belanda, Itali, dan Jerman.

Bahkan, kata dia, sempat menerima batik pesanan Presiden Uni Eropa bertema UE-Indonesia Sustainable Friendship. Saat itu batik pesanan didominasi dengan lambang garuda, kata dia warna dasar abu-abu dengan pewarna nabati hasil olahan perajin lokal. Sugiono yakin permintaan berbagai jenis dan motif kain batik tulis tradisional akan semakin diminati pasar, baik ekpor juga pesanan lokal, karena keunikan dan ramah lingkungan.

Semakin diminati batik tradisional berbahan pewarna alami, kata dia, akan mampu mengembangkan usaha masyarakat di daerah Pantura, Kabupaten Cirebon dan Indramayu, Jawa Barat. Menurut dia, proses pengolahan warna alami mudah dan ramah lingkungan, sehingga perlu dipertahankan juga terus dijaga supaya generasi pembatik lebih mengenal, daripada risiko warna sintetis berbahaya. Permintaan pasar lokal dan ekspor membuka peluang usaha bagi perajin batik lokal, seperti yang dikatakan Muhammad Suja’i, salah seorang perajin batik tradisional asal Ciwaringin Kabupaten Cirebon, kembalinya batik warna alami diminati konsumen akan membangkitkan usaha rakyat.

Dikatakannya, pewarna alami kian diminati perajin karena ramah lingkungan dan mudah mendapatkannya, meski harus memiliki kemampuan untuk mengolah bahan nabati tersebut. Ia menuturkan, pewarna alami murah dan mudah yang penting perajin memahami tumbuh-tumbuhan yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan, tetapi kendalanya sulit mencari warna menyala seperti kuning emas dan perak.

Source http://www.beritasatu.com http://www.beritasatu.com/gaya-hidup/180399-keunikan-batik-warna-alami-pikat-pasar-ekspor.html
Comments
Loading...