Sentra Kerajinan Batik Di Kampung Batik Girilayu

0 311

Sentra Kerajinan Batik Di Kampung Batik Girilayu

Kota Solo tak hanya terkenal sebagai kota budaya. Namun, kota tempat kelahiran Presiden Joko Widodo ini pun sejak jaman Kerajaan Kraton Kasunanan serta Pura Mngkunegara sudah dikenal sebagai kota batik. Di kota inilah beragam corak batik bisa ditemukan dengan mudah. Bahkan ada satu daerah di bawah lereng Gunung Lawu, sejak dahulu hingga saat ini tetap mempertahankan produksi batik.

Kampung itu bernama Girilayu. Girilayu sendiri terletak di Kecamatan Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah. Keindahan batik Girilayu sudah terkenal sejak puluhan tahun lalu. Girilayu juga salah satu sentra industri perajin batik yang ada turun temurun.

Sentra pembatikan di Desa Girilayu sudah ada sejak jaman Mangkunegara I. Sejarah Girilayu yang letaknya tak begitu jauh dengan makam almarhum Presiden RI ke 2, Soeharto, merupakan salah satu desa pembatik keraton yang berpusat di Keraton Mangkunegaran. Karena itulah hingga saat ini motif batik Girilayu dipengaruhi gaya membatik khas Mangkunegaran. Baik teknik pembuatan, bahan, pewarnaan, sampai pada motif yang digunakan. Dimana motifnya lebih kreatif dibanding batik Keraton Surakarta.

Di Desa Girilayu, terlihat kesibukan warga yang tengah membatik. Di Desa ini hampir tiap rumah memproduksi batik. Dari literatur yang terpasang di desa Girilayu, pasar batik di Girilayu mencapai puncak keemasan pada tahun 1975 dimana saat itu jarit batik sangat digemari masyarakat.

Salah satu tokoh yang berjasa mengenalkan jarit batik adalah ibu negara saat itu, yakni Ibu Tien Soeharto. Kala itu, Almarhum ibu Tien Soeharto selalu mengenakan busana kebaya lengkap dengan jarik dan selendangnya dalam segala kesempatan.

Wahyuni, salah satu perajin batik dari Girilayu menyebutkan saat ini perkembangan batik baik motif maupun penggunanya sudah berkembang pesat. Jika batik jaman dahulu bertahan dengan pakemnya motif klasik namun seiring berkembangnya waktu pengrajin batik tulis di Girilayu juga berani bereksperimen dengan mengembangkan batik corak kontemporer.

“Sekarang motif baru bermunculan sesuai dengan idenya. Namun tidak menggeser keberadaan motif batik tradisional yang masih bertahan,” jelas Wahyuni.

Inovasi motif batik juga dikembangkan agar bisa mengikuti mode dan perkembangan jaman. Saat ini para perajin batik tulis di Girilayu, Kecamatan Matesih, Karanganyar, mulai kenalkan motif batik khas daerah Girilayu berupa motif durian dan manggis.

Selain motif buah, perajin juga hasilkan motif Girilayu dan Karanganyar contohnya adalah monumen tri dharma. Harga jualnya juga beragam mulai Rp40 ribu-Rp50 ribu per lembar untuk selendang dan Rp250.000-700.000 untuk kain jarit.

Source https://lifestyle.okezone.com https://lifestyle.okezone.com/read/2017/10/03/194/1788124/kampung-batik-girilayu-saksi-panjang-perjalanan-batik-pasca-terbelahnya-kerajaan-mataram?page=2
Comments
Loading...