Sentra Kerajinan Batik Di Lumajang

0 275

Lumajang yang merupakan daerah agrobis yang surplus, Potensi hortikultura Lumajang tidak hanya memenuhi pasar di Jawa Timur saja, tetapi sudah bisa memenuhi target pasar nasional dan bahkan regoinal di Negara-Negara ASEAN. Perdagangan serta industri yang mengikuti trend masyarakat juga semakin meningkat. Baru-baru ini trend positif  perdagangan batik tulis Lumajang terus meningkat.

Awal mula adanya batik di Lumajang bermula Munir, seorang guru di kecamatan Kunir, Lumajang. Pengalaman membatik Munir di daerah asalnya Sidoarjo dikenalkan di tempatnya  yang baru di dusun Bentengrejo, desa Kunir Kidul, setelah pindah pada tahun 1992. Munir kemudian membentuk kelompok batik “Makarti Jaya”.

Lambat laun usahanya menunjukkan hasil, sehingga di  tahun 1997, Munir dapat merekrut  98 pemuda-pemudi Desa Kunir kidul dan Kunir Lor. Akhirnya beberapa daerah seperti Kebonagung, Yosowilangun, dan Lumajang Kota ingin belajar membatik. Pemerintah daerah setrempat merespon dengan mengadakan pelatihan-pelatihan dengan Munir sebagai salah satu instrukturnya. Akhirnya seni batik kemudian menyebar ke beberapa daerah di lumajang.

Motif Batik Lumajang

Motif batik Lumajang masih didominasi corak Sidoarjo, seperti : Rawanan, Bayeman, Uker, Satrian dan juga beberapa corak pengaruh dari Jogja. Seiring perjalanan waktu, dengan adantya masukan dari Pemerintah Kabupaten, adanya pelatihan dan event pameran, Munir dan beberapa pengrajin memasukkan corak dan motif yang dianggap mewakili batik khas Lumajang. Corak yang menonjol adalah warna turquoise (sejenis biru bersinar), sementara motif diambil pisang, Burung Penglor, gelombang dan sulur-suluran.

Sekarang di Lumajang sendiri telah muncul 10 pengrajin batik tulis. Sedangkan mengenai motif batik khas Lumajang, Pemerintah Daerah saat ini turut mengembangkan dan menyempurnakan motif batik,  setiap ada momen ditampilkan agar masyarakat ikut menilai.

Source Sentra Kerajinan Batik Di Lumajang Sentra Kerajinan Batik Di Lumajang
Comments
Loading...