Sentra Kerajinan Batik Di Mojolaban, Sukoharjo

0 202

Kerajinan Batik Mojolaban Mulai Bangkit

Kerajinan batik tradisional di pedesaan Kec. Mojolaban, Kab. Sukoharjo, Jawa Tengah, kini pamor batik Bekonang kembali cemerlang. Kisah pahit-getir di jagat kerajinan batik itu dialami para perajin Bekonang, di antaranya Harsono, seorang perajin batik yang kini memimpin klaster batik “Sidomukti”, Mojolaban, Sukoharjo.

Di Rumah Batik “Adi Busana” miliknya, Harsono menunjukkan kulit manggis, kulit kayu teger, indigo vera dan lain-lain bahan yang semua alami, digunakan dalam proses pewarnaan yang dikerjakan secara tradisional. Sedangkan proses pewarnaan “babaran genes” yang secara tradisional dilakukan dengan teknik celup dan butuh waktu 40 hari untuk menyelesaikan proses itu, sekarang bisa dikerjakan beberapa bari menggunakan kulit manggis dengan teknik colet.

“Warna-warna batik yang dihasilkan juga tidak kalah bagus dengan yang menggunakan pewarna kimia. Meskipun warna yang dihasilkan pewarna alami tidak secerah perwarna kimia, kain batik dengan pewarna alami lebih awet dan kalau perawatannya bagus warnanya juga lebih indah,” ujar Harsono.

Di awal kebangkitan usahanya, Harsono hanya memproduksi kain panjang, sarung dan selendang. Setelah produksi itu bertahan beberapa tahun, pada era 80-an muncul tren baru ketika batik diproduksi menjadi beragam busana. Sejak itu usaha kerajinan batik Bekonang pada umumnya kian bertumbuh. Di perusahaan Adi Busana, setiap hari Harsono mempekerjakan rata-rata 25 orang perajin, disamping menerima setoran dari para perajin pedesaan dengan hasil total 200-300 potong kain batik per bulan.

Harga kain batik bermotif klasik maupun motif modern kreasi para perajin pedesaan yang dikerjakan dengan teknik cap, di tempat asalnya seperti Bekonang rata-rata hanya berkisar Rp 150.000,- sampai Rp 200.000,- per potong. Sedang harga batik tulis agak lebih mahal, yakni mulai Rp 250.000,- per potong sampai tak terbatas tergantung bahan mori, motif, teknik pembatikan, babaran dan sebagainya.

Semaraknya pasaran batik belakangan ini, menurut Harsono memberi banyak harapan bagi para perajin pedesaan. Dia mengungkapkan, kesulitan regenerasi perajin batik mulai teratasi dengan munculnya pembatik-pembatik muda. Namun kesulitan lain yang dihadapi para perajin adalah permodalan untuk mengimbangi permintaan pasar.

Source Sentra Kerajinan Batik Di Mojolaban, Sukoharjo Sentra Kerajinan Batik Di Mojolaban, Sukoharjo
Comments
Loading...