Sentra Kerajinan Batik Di Sragen

0 194

Sentra Kerajinan Batik Di Sragen

Daerah Produsen batik di Indonesia yang terkenal  3 kota,  Surakarta yang kemudian di kenal sebutan batik solo, Yogyakarta yang kemudian di kenal sebutan batik jogya dan  pekalongan yang kemudian di kenal dengan sebutan batik pekalongan.

Akan tetapi masayarakat awam belum banyak mengetahui bahwa Sragen ada banyak pengrajin sentra industry batik rumahan, tepatnya di Kecamatan Masaran dan Plupuh. Perajinnya yaitu Suwati. Batik sragen memiliki motif khas yaitu motif flora dan fauna, namun ada juga yang dikombinasikan dengan motif baku seperti motif hewan ataupun motif tumbuhan yang dikombinasikan dengan motif baku seperti parang, sidoluhur dan lain sebagainya.

Ketrampilan membatik diwariskan secara turun – temurun di daerah Butuh dan Kuyang yang hanya dibatasi oleh sungai bengawan Solo. Proses penciptaan motif batik meliputi beberapa hal atau aspek sampai terciptanya suatu bentuk motif, yaitu fungsi, bahan, bentuk, tehnik atau proses dan estetis. Beragam aspek ini merupakan faktor internal yang menyangkut karya batik itu sendiri. Keseluruhan aspek tersebut diawali dari ide yang dipengaruhi oleh beragam faktor eksternal (luar), misalnya budaya dan sosial.

Pada batik tulis tradisional di Kliwonan ide pembuatan motifnya dipengaruhi oleh faktor eksternal berupa faktor budaya dan adat. Desain motif batik tradisi yang dibuat berdasarkan tradisi secara turun-temurun sebagai salah satu wujud pelestarian budaya Jawa (khususnya) dan untuk memenuhi permintaan sehubungan dengan keperluan adat istiadat. Maka dalam motif batik tradisi di samping adanya keindahan visual, terdapat pula makna yang terkandung di dalamnya. Aspek-aspek internal pada pembuatan motif batik tulis tradisi maupun kreasi baru adalah sama, tetapi dengan ide penciptaan yang berbeda mempengaruhi keseluruhan bentuk visualnya.

Sragen awal mulanya identik dengan batik Surakarta, terutama di era 80-an. Ini tak mengherankan, sebab para pionir kerajinan batik di Sragen umumnya pernah bekerja sebagai buruh batik di perusahaan milik juragan batik Surakarta. Namun kemudian, batik Sragen berhasil membentuk ciri khas yang berbeda dari gaya Yogyakarta dan Surakarta. Batik gaya Yogyakarta umumnya memiliki dasaran atau sogan putih dengan motif bernuansa hitam atau warna gelap. Corak Yogyakarta ini biasa disebut batik latar putih atau putihan.

Beda lagi dengan batik gaya Surakarta, biasanya memiliki warna dasaran gelap dengan motif bernuansa putih. Biasa disebut batik latar hitam atau ireng. Batik Yogyakarta dan Surakarta juga lebih kuat dalam mempertahankan motif gaya kraton yang telah menjadi patokan baku, misalnya parang,kawung, sidodrajat, sidoluhur, dan lain sebagainya. Bagaimana dengan batik Pekalongan? Batik dari daerah pesisir utara Jawa itu biasanya berlatar warna cerah mencolok. Motif batik yang digoreskan umumnya berukuran kecil-kecil dengan jarak yang rapat. Beda dengan batik Sragen. Lahirnya motif tersebut tidak lepas dari pengaruh karakter masyarakat Sragen yang pada dasarnya terbuka dan blak-blakan dalam mengekspresikan isi hati.

Source http://batikgirliindonesia.com http://batikgirliindonesia.com/sejarah-sentra-batik-sragen-batik-girli-detail-5590
Comments
Loading...