Sentra Kerajinan Batu Akik Di Bengkulu Utara

0 197

Sentra Kerajinan Batu Akik Di Bengkulu Utara

Meskipun penggemar batu akik saat ini menurun namun Batu akik dan batu mulya asli daerah Bengkulu Utara masih digemari oleh semua kalangan.

Menurut salah seorang pengrajin batu akik dan batu mulya Edi sulaiman kitab mengatakan, karena kualitas batu akik asal Bengkulu khususnya batu akik asal daerah kabupaten Bengkulu Utara tak kalah mutu dengan batu mulya asal dari daerah lain, sehingga saat ini para pemburu batu akik masih banyak berdatangan untuk membeli batu akik dan batu mulya asal daerah Bengkulu Utara.

“Meskipun tidak musim lagi, tapi batu akik dan batu mulya asli dari Bengkulu Utara masih digemari, terutama kalangan pejabat, bahkan bukan hanya pejabat yang ada di bengkulu utara saja tetapi juga banyak digemari dari daerah lain,” Ungkap Edi,

Selain itu, Edi juga menjelaskan cadangan bahan baku batu akik dan batu mulya asli asal daerah Bengkulu Utara saat ini masih tersimpan cukup banyak, seperti Red Raflesia, kecubung, ginyang, limau manis, sankis, Giok dan masih banyak berbagai macam bahan baku batu akik dan batu mulya yang lainnya.

“Bagi yang berminat, ditempat kita masih banyak menyimpan bahan baku batu akik dan batu mulya bahkan yang sudah kita jadikan bentuk cincin, kalung dan gelang juga ada,” Ujar Edi sulaiman kitab.

Lanjut Edi, batu akik dan batu Mulya asal Bengkulu Utara memang sudah teruji dan terkenal hingga daerah luar, sebab pada tahun 2015 dirinya pernah mendapat Piagam penghargaan batu akik Natural Bengkulu Utara dari kementerian perindustrian Republik Indonesia (RI) dalam rangka ikut pameran batu mulya, batu aji dan batu alam di gedung plasa kementerian RI di jakarta.

“Pada tahun 2015 kita pernah membawa batu akik dan batu mulya asli daerah kita kepameran Demam Batu kejakarta dan sebagai buktinya piagam penghargaannya masih saya simpan,” kata Edi yang sudah 7 tahun menjadi pengrajin batu akik dan batu Mulya ini.

Source https://www.garudacitizen.com https://www.garudacitizen.com/edi-sulaiman-kitab-batu-akik-bengkulu-utara-masih-digemari/
Comments
Loading...