Sentra Kerajinan Batu Bata di Musirawas

0 410

Sentra Kerajinan Batu Bata di Musirawas

Setelah sulit memproleh kayu bakar, para pengrajin batu bata di wilayah kecamatan Tugu Mulyo, Kabupaten Musi Rawas (Mura) mengeluhkan turunnya harga batu bata di pasaran, sepinya proyek pembangunan rumah tangga maupun pemerintah menjadi salah satu pemicu turunnya harga batu bata.

Seperti yang dikatakan Yati pembuat batu bata di Desa Mataram, Kecamatan Tugu Mulyo, menuturkan, harga batu batu saat ini menurun bila dibanding beberapa waktu lalu, bila beberapa waktu lalu harga batu bata masih berkisar Rp 400 rupiah, namun saat ini turun menjadi 380 rupiah.

Ibu berkulit sawo matang ini menerangkan, jadi pengrajin batu bata serba salah, apalagi sekarang serba mahal, ongkos produksi untuk membuat batu bata saat ini jauh meningkat bila dibanding dengan beberapa tahun lalu. Ditambah keadaan cuaca yang kadang selalu mendung memperlambat proses pengeringan.

“Biaya operasional pembuatan batu-bata sangatlah tinggi, mulai dari tanah, pasir, kayu dan ongkos lainya. Sehingga dengan lambatnya proses produksi membuat pengusaha mengalami kerugian, bila musim kemarau proses pengeringan hanya membutuhkan waktu 5-8 hari, tapi kalau musim sekarang kadang membutuhkan waktu sebulan,” ucapnya.

Bahkan untuk menekan ongkos produksi yang makin meningkat, kata Yati para pengrajin batu harus mengecilkan ukuran, supaya tidak merugi.

“Dahulu rata-rata kita buat bata bolong tapi sekarang tidak lagi, orang mau beli yang murah, kalau kita tetap buat bata bolong dan harganya tinggi, otomatis orang tidak mau, dampaknya kita yang rugi, lebih baik buat yang seperti ini tapi peminatnya selalu ada, walau tak banyak,” ujarnya

Yati juga menyampaikan, naikknya harga komoditi karet sebulan terakhir, belum berdampak positif pada usaha batu bata mereka, bahkan meski pun karet terus mengalami peningkatan pemesanan batu bata belum mengalami peningkatan.

“Pemesanan sekarang masih skala kecil, rata-rata orang memesan 1000 sampai 2000, rata-rata itu untuk renovasi rumah, belum ada yang mesan dalam jumlah yang lebih besar lagi,” ujarnya.

Yati pun menerangkan, sebenarnya apabila permintaan tinggi, pengrajin batu bata di wilayah Tugu Mulyo mencukupi kebutuhan batu bata sampai ke daerah lain.

“Kalau ramai biasanya ada yang dari Lubuklinggau, Curup dan Empat Lawang, Muratara, bahkan ada yang dari Bengkulu langsung, tapi kalau kondisi lagi ramai, kalau sekarang kondisinya sepi,” ujarnya.

Untuk itu Yati pun berharap, pemerintah melalu dinas terkait untuk memberikan suntikan modal kepada para pengusaha batu bata, karena saat ini banyak pengusaha batu bata yang mengalami gulung tikar.

“Kami sangat mengharapkan bantuan modal, karena banyak pengusaha batu bata yang bangkrut karena tidak ada modal. Bahkan karena tidak adanya modal banyak pengusaha batu bata yang beralih bekerja lain,”tutupnya.

Source http://sumsel.tribunnews.com http://sumsel.tribunnews.com/2017/01/09/harga-karet-membaik-pemesanan-batu-batu-di-musirawas-masih-sepi
Comments
Loading...