Sentra Kerajinan Bendera Di Mojokerto

0 311

Sentra Kerajinan Bendera Di Mojokerto

Hari kemerdekaan Republik Indonesia (RI) menjadi momen yang ditunggu Suboko. Bagaimana tidak, warga Balongsari 5/16, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto ini selalu kebanjiran pesanan bendera hingga harus melibatkan seluruh anggota keluarganya. Bapak empat anak ini mengaku, untuk memenuhi semua pesanan bendera ia harus mulai mengerjakan pesanan bendera sejak bulan April lalu.

Bahkan, sejak dua minggu lalu kain sebagai dasar pembuatan bendera sudah habis di distributor. Beruntung dia sudah menyimpan banyak kain untuk memenuhi pesanan para pedagang. Menurutnya, bahan dasar tersebut ia beli langsung di distribusi yang ada di Surabaya.

“Saya beli langsung dari distributor di Surabaya, disini ada tapi harganya mahal. Ini sudah stok banyak karena dua minggu kain sudah habis, saya pakai dua jenis kain. Satin dan pelet tapi satin yang bagus, namun dua jenis kain ini yang memang baik. Tahan terhadap cuaca baik panas dan hujan serta tidak mudah luntur jika kena air,” katanya.

Menurutnya, bendera yang ia produksi bisa tahan sampai enam bulan di cuaca panas dan hujan. Suboko menjelaskan, pesanan yang datang merupakan dari para pedagang baik di Mojokerto, Jombang dan Malang. Hampir 99 persen pedagang bendera di Kota Mojokerto ambil di tempatnya.


“Sudah ada pelanggan tetap yakni pedagang bendera, mereka sebelumnya sudah pesan. Untuk instansi atau rumahan, hanya sedikit, yang banyak ya dari pedagang. Paling laku umbul-umbul gambar garuda. Pemesanannya sendiri tidak tentu, kadang langsung banyak, kadang habis kembali lagi,” ujarnya.

Menurut mantan pedagang baju di Pasar Kliwon, Kota Mojokerto ini, ada beberapa model bendera yang ia buat. Yakni Model 5 meter AFI, 3 meter AFI, 5 meter graji, 3 meter graji, 5 meter B, 5 meter kecer, umbul-umbul karet, umbul-umbul wiru besar garuda dan umbul-umbul wiru besar.

“Harga mulai Rp20 ribu sampai Rp150 ribu dan tergantung pesanan. Warnanya didominasi merah putih dan ada warna kombinasi lain sesuai permintaan seperti warna hijau, biru, kuning dan merah muda. Tergantung permintaan. Ciri bendera dari sini, untuk gambar garuda lebih besar ukurannya dan ini yang banyak diminati,” tuturnya.

Untuk memenuhi pesanan bendera-bendera tersebut, Suboko yang sudah menekuni bisnis pembuatan bendera sejak tahun 2002 ini harus melibatkan semua keluarganya. Mulai dari anak, menantu hingga cucu. Bahkan, mereka harus lembur sampai pukul 03.00 WIB untuk memenuhi pesanan tersebut.

“Dulu tidak punya modal, utang ke bank tidak berani tapi sekarang melihat omset tiap tahun jadi berani. Ini saya sudah pinjam ke dua bank sebesar Rp200 juta, sampai awal Agustus ini omset masih Rp75 juta. Kalau melihat pesanan, lebih ramai dari tahun lalu,” urainya.

Source http://m.beritajatim.com/peristiwa/304695/pengrajin_bendera_asal_kota_mojokerto_kebanjiran_pesanan.html http://m.beritajatim.com/peristiwa/304695/pengrajin_bendera_asal_kota_mojokerto_kebanjiran_pesanan.html
Comments
Loading...