Sentra Kerajinan Besek Di Malang

0 482

Kerajinan Besek

Desa Ngajum, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang sudah terkenal sejak 1970an sebagai penghasil besek. Yaitu wadah tradisional dari anyaman bambu yang dimanfaatkan untuk wadah makanan seperti tape dan jenang untuk oleh-oleh. Anyaman bambu di Desa Ngajum memang sudah turun menurun dan menambah  penghasilan warga. Namun saat ini sudah tidak banyak seperti dulu karena tergeser oleh wadah dari plastik yang lebih praktis, awet dan harganya pun murah.

Meski demikian, keberadaan besek tetap ada. Ini terbukti dari perajin besek rumahan yang masih produktif hingga saat ini. Sekalipun produksinya tidak sebanyak beberapa tahun lalu. Salah satu perajin itu adalah Sumaiah. Diakuinya, masih ada saja pesanan dari wilayah Kecamatan Ngajum dan luar Malang setiap minggunya. Itu karena saat ini banyak makanan atau oleh-oleh yang masih tetap mempertahan kemasan tradisional seperti besek.

“Selain itu besek tradisional dari bambu tetap aman untuk pembungkus makanan¬† dan tidak menimbulkan bahaya pencemaran pada lingkungan. Berbeda dengan pembungkus plastik mengandung bahan kimia,” terangya.

Menurutnya, ada sekitar 400 rumah tangga perajin besek, baik sebagai kerja sampingan dan utama. Setiap hari, sebagai pengepul dan perajin, Sumaiah bisa menjual besek sebanyak 500-1000 buah yang dikrimnya ke Desa Ngasem, Boto, Sumber Wedus hingga ke luar seperti Pasuruan dan Surabaya.

Umumnya, pesanan besek dari ukuran kecil sampai besar juga dilayaninya. Dalam penjualan, setiap 100 besek ukuran kecil ia bisa memperoleh uang sebesar Rp 60 ribu. Sedangkan besek dengan ukuran besar ia mendapat Rp 125 ribu. Sumaiah berharap, kerajinan anyaman bambu di desanya bisa dikembangkan sebagai kerajinan cinderamata. Sehingga tidak terfokus pada satu kerajinan.

Source Sentra Kerajinan Besek Di Malang Sentra Kerajinan Besek Di Malang
Comments
Loading...