Sentra Kerajinan Biola Di Magelang

0 329

Sentra Kerajinan Biola Di Magelang

Usia senja bukan jadi halangan untuk terus berkarya. Yohanes Marsandi adalah contohnya. Bagaimana tidak, kakek berusia 74 tahun tersebut, sampai sekarang masih aktif sebagai pengrajin alat musik biola. Sudah sejak lima tahun belakangan, dirinya memulai bisnis yang bisa dikatakan cukup menjanjikan itu.

Namun, siapa sangka, pensiunan buruh di sebuah pabrik kertas tersebut, sama sekali tidak memiliki latar belakang sebagai tukang kayu. Kemampuannya membuat biola, didapat secara otodidak. Semua berawal dari ‘pertemuan’ Marsandi dengan biola rusak, yang hendak dibuang, di rumah kakaknya beberapa tahun silam. Saat itu, tiba-tiba saja muncul keinginan untuk memperbaiki biola tersebut. Hasilnya di luar dugaan, kakek empat cucu tersebut, berhasil membuat biola rusak itu, kembali pulih sedia kala.

Dari situ, ia mengamati bentuk dan bagian-bagian biola, juga ketebalan, serta kayu yang dipilih, agar tercipta bunyian bagus. Dengan peralatan seadanya, ia lantas menyulap kediamannya di Dusun Candi, Kelurahan Sumber, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, menjadi satu pabrik biola nan sederhana.

Bagian tengah rumahnya yang cukup luas, dimanfaatkan sebagai ruang pemotongan kayu. Hebatnya, alat pemotong kayu, yang digunakan untuk membentuk lengkungan biola, diciptakannya sendiri. Dengan alat tersebut, proses pemotongan yang dulunya baru selesai dalam kurun waktu satu hari, kini bisa dirampungkan setengah jam saja. Meski tidak punya kemampuan khusus dalam membuat biola, Marsandi tergolong mahir memainkan alat musik gesek tersebut. Kemahirannya itu, yang membuat biola hasil karyanya teruji secara maksimal, sebelum sampai di tangan pemesan.

Kini, di usianya yang semakin menua, Marsandi masih sanggup menyelesaikan satu biola dalam waktu tiga minggu. Sampai sejauh ini, ia pun belum berfikir untuk merekrut pegawai, karena kemampuan fisiknya dirasa masih cukup mumpuni. Tidak tanggung-tanggung, biola hasil buah tangannya diminati banyak orang.

Bahkan, tidak hanya dari wilayah Magelang saja, tapi juga sejumlah daerah di Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga Nias dan Nusa tenggara Timur (NTT). Marsandi menuturkan, kalau dirinya sama sekali tidak melakukan upaya promosi apapun, kecuali saat tampil di satu event bersama grup kroncongnya. Info soal biola buatannya menyebar begitu saja, dari mulut ke mulut.

Source http://jogja.tribunnews.com http://jogja.tribunnews.com/2017/10/24/menakjubkan-tanpa-belajar-dari-siapapun-kakek-asal-magelang-ini-sukses-memproduksi-biola?page=3
Comments
Loading...