Sentra Kerajinan Bola Di Sukabumi

0 210

Sentra Kerajinan Bola Di Sukabumi

Bola hasil industi kerajinan di Tanah Air lebih sering merambah dunia internasional ketimbang prestasi tim sepakbola nasional kita. Hasil kerajinan tangan anak-anak di negeri ini digunakan di sejumlah event pertandingan sepakbola internasional. Salah satu sentra pembuatan bola itu berada di Sukabumi, Jawa Barat.

Siang itu, di pertengahan April 2010, sinar matahari di Kota Sukabumi, Jawa Barat, terasa begitu menyengat kulit. Namun, teriknya sinar sang surya tak membuat Ujang beristirahat selepas pulang sekolah. Siswa yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama itu memilih melakukan aktivitas lain. Dengan masih mengenakan celana sekolah dan kaos singlet, Ujang mengambil jarum dan benang. Sreet…ia pun mulai menjahit kulit-kulit bola.

Begitulah aktivitas Ujang saban hari selepas pulang sekolah. Dia tak sendirian. Anak-anak seusia Ujang hingga kalangan dewasa juga melakukan hal serupa di rumahnya masing-masing. Pemandangan seperti ini bisa Anda temui jika bertandang ke Kampung Lembursawah, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi.

Tak sulit menuju ke lokasi ini karena berada tak jauh dari pinggir Jalan Raya Sukabumi, jalan yang menghubungkan Kota Sukabumi dan Bogor. Untuk mencapai kampung ini, Anda tidak butuh waktu lama. Namun, Anda harus melewati jalan sempit dan sedikit terjal serta aspal jalan aspal yang berlubang.

Sesampainya di sana, niscaya Anda akan kagum. Sebab, kampung yang terlihat sepi itu, ternyata merupakan sebuah sentra pembuatan bola kaki. Memang, tidak banyak orang yang lalu lalang di kampung atau pun sekadar nongkrong di pinggir jalan. Namun, jika anda sempat melongok ke dalam rumah-rumah di kampung itu, tiap penghuninya tampak sibuk menjahit bola.

Menurut Mamat, salah satu pengusaha pembuatan bola, Kampung Lembursawah sudah dikenal sebagai tempat pembuatan bola sejak tahun 1960-an. Hanya saja, pada masa itu, para perajin membuat bola dari bahan kulit. Berbeda dengan perajin sekarang yang lebih banyak memakai bahan baku kain.

Usaha kerajinan membuat bola merupakan warisan turun-temurun dari nenek moyang warga di kampung tersebut. Jadi, jangan heran, jika keahlian membuat bola sangat dikuasai oleh setiap orang di kampung ini. Memang, perajin bola di Lembursawah tak setenar perajin bola di Majalengka, Jawa Barat, yang telah memasok bola untuk ajang kejuaraan sepakbola kelas dunia.

Tapi, menurut Mamat, banyak perajin bola di Majalengka yang berasal dan menimba ilmu pembuatan bola dari Lembursawah. Dia berkisah, pada tahun 1960-an, hanya ada sekitar lima pengusaha bola di kampungnya. Seiring berjalannya waktu, jumlahnya terus bertambah. “Saat ini sudah ada sekitar 20 pengusaha bola. Semuanya penduduk asli kampung Lembursawah,” kata Mamat.

Dia bilang, jumlah pengusaha bola tidak sebanyak jumlah perajinnya. Mamat sendiri, yang telah menggeluti usaha pembuatan bola sejak tahun 1998, memiliki 15 karyawan tetap yang bekerja di rumahnya. Selain itu, ada 100 perajin lagi yang menjahit bola di rumah mereka masing-masing dan memasok jahitan bola untuk Mamat.

Yang membanggakan, menurut pengakuannya, pada 2005, nama kampung Lembursawah sebagai sentra industri bola semakin berkibar. Sebab, mereka mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) saat membuat bola terbesar di dunia dengan diameter sepanjang 2 meter.

Source https://peluangusaha.kontan.co.id https://peluangusaha.kontan.co.id/news/bisnis-bola-warisan-nenek-moyang
Comments
Loading...