Sentra Kerajinan Boneka Barbie Di Bandung

0 377

Sentra Kerajinan Boneka Barbie Di Bandung

Para perajin boneka di kawasan Sayati Kabupaten Bandung mengeluhkan daya saing produk akibat kualitas sumber daya manusia yang belum terpacu dengan penggunaan teknologi modern. Salah satu perajin boneka sekaligus pemilik toko boneka Syaqira Collection Wahid Sasongko mengaku hanya mampu memproduksi boneka sebanyak 20 kodi atau 400 potong per bulan akibat kualitas SDM yang belum merata. “Sebenarnya 400 potong itu sebenarnya masih terasa kurang,” katanya.

Saat ini para perajin boneka di Sayati belum memiliki asosiasi yang menaungi mereka, sehingga jika ada pelatihan yang digelar pemerintah tidak semua pelaku usaha mengikutinya. “Jadi hampir setiap pelatihan yang ikut bisa dikatakan orang-orang yang sama,” kata Wahid.

Sementara itu, Nandang Ruhanda, perajin sekaligus pemilik toko Elsa Collection mengaku rugi akibat persaingan produk yang tidak bisa dihindari. “Biasanya saya dapat Rp20 juta per bulan, tapi sekarang turun 4%,” katanya.

Pria yang memulai produksi bonekanya sejak 1990 ini mengatakan penurunan tren penjualan boneka akhir-akhir ini terjadi karena banyaknya persaingan. “Pesaingnya ada yang dari Bandung sendiri seperti di Holis, ada pula yang datang dari Cikampek.”

Padahal, katanya, naiknya permintaan boneka bergantung pada kemunculan ikon tertentu seperti Spongebob atau Doraemon. “Saat ini terjadi perang penawaran. Konsumen lebih tertarik pada barang yang murah walaupun belum tentu kualitasnya bagus,” ujarnya.

Source http://ayobandung.com http://ayobandung.com/read/20161221/63/14275/ini-alasan-perajin-boneka-sayati-mengeluh
Comments
Loading...