Sentra Kerajinan Bordir Di Kudus

0 300

Kerajinan Bordir Kudus

Sri Amini, pemilik usaha Bordir Sri Rejeki di Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog, Kudus, mengatakan, harga setiap potong baju berbordir berkisar Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta, sesuai motif dan ukuran bordirannya. “Semakin sulit dan besar ukuran desain bordirannya, maka harga jualnya juga semakin mahal,” ujarnya. 

Keunggulan bordir kudus, katanya, bordirnya lebih kuat dan tidak mudah rusak dibandingkan dengan produk yang dikerjakan dengan mesin bordir modern atau secara komputerisasi. Selain itu, kata dia, motif bordir yang sulit dan paduan warna yang banyak hanya bisa dikerjakan secara manual. Pengerjaan bordir ichik, katanya, memang membutuhkan keahlian dan ketelitian, serta kesabaran dalam mengerjakannya, karena prosesnya hanya menggunakan mesin jahit manual.

Karena memiliki keunggulan itu, para pengrajinnya tetap bersemangat dan tidak gentar menghadapi perdagangan bebas Asean-China. Sebagian besar pembeli, lebih menyukai bordir yang dikerjakan secara manual dibandingkan dengan sistem komputerisasi atau dengan mesin jahit modern, karena kualitas dan desainnya juga lebih variatif. 

“Di Kudus, pengrajin bordir manual masih cukup tersedia. Namun, perlu dikembangkan untuk mencari bibit baru yang akan meneruskan usaha bordir  ini,” ujarnya. Pelatihan perlu dilakukan sejak dini, kata dia, guna mengenalkan generasi penerus kepada bordir, yang merupakan kerajinan khas Kudus.

Source Sentra Kerajinan Bordir Di Kudus Sentra Kerajinan Bordir Di Kudus
Comments
Loading...