Sentra Kerajinan Bumerang di Bojonegoro

0 287

Sentra Kerajinan Bumerang di Bojonegoro

Di sebuah sudut Kota di Kelurahan Sumbang Kota Bojonegoro, Oktino  Setiawan pengrajin Boomerang menggeluti usaha kerajinannya. Dengan bermodal PPC (Paralon) dan Fiber ia berhasil menciptakan Bomerang, senjata asli suku Aborigin Australia.”sebelum saya ikut komunitas dan belum bisa memainkan senjata Bomerang ini saya sudah bisa membuat dan memasarkannya.” katanya.

Senjata Boomerang ini tergolong senjata yang unik ia akan bergerak berputar mirip baling-baling Helikopter. Saat musuh mengira serangan tersebut meleset ternyata salah, karena ternyata bumerang tersebut kembali menyerangnya. Jika salah memainkan Boomerang, kemungkinan besar akan menyerang balik anda dan lebih kejam lagi membuat anda terbunuh.

Alat yang ia pakai untuk membuat Boomoerang cukup sederhana saja. Sebuah plastik untuk membuat gambar, spidol dan gunting. Hasil bentuk rancangan kemudian dialihkan ke sebuah bahan triplek. Dengan alat pemotong, bentuk mentah Bumerang berbahan triplek ini sudah jadi.

Kelihatananya mudah. Namun jangan salah, butuh naluri, bakat dan penghitungan yang tepat bagi seorang perajin agar Bumerang bisa diterbangkan. Dengan bakat dan naluri inilah menjadikan seorang Oktino Setiawan tampak berbeda dengan pengrajin Boomerang lainnya.

Keseimbangan Boomerang terutama pada sisi sayapnya, harus dihitung dengan cermat. Setelah semua proses pembuatan, dan mengukur keseimbangan, barulah, Bumerang ini dihaluskan, dan diberi ornamen serta warna cat yang menarik.

Dalam sehari, Oktino mampu  memasarkan kerajinanya 10-20 buah Boomerang. Seluruh hasil karyanya harus diujicoba dulu untuk memastikan layak terbang. Bumerang yang baik adalah Bumerang yang ketika dilempar ke udara, mampu kembali lagi ke posisi semula. Dengan demikian, Bumerang sering di jadikan sebagai kata yang menggambarkan senjata makan tuan, jika keputusan yang salah dari seseorang bisa menjadi senjata yang membunuhnya.

Di awal usahanya, Oktino tidak menemukan kendala dalam memasarkan atau mendapat konsumen. “tidak ada kesulitan dalam memasarkan atau mencari konsumen, karena di Bojonegoro sendiri peminatnya lumayan banyak.” imbuhnya

Harga Boomerang ala Haryo ini berkisar antara 10 hingga 25 Ribu Rupiah. Padahal, Boomerang serupa di luar negeri, harganya mencapai puluhan dollar alias ratusan ribu Rupiah. Dari hasil kerja keras dan banting tulang, dari seorang Oktino, kini mulai berbuah manis. Dengan berfikir kreatif,ia mampu menjadikan hobinya sebagai mata pencaharian.

Source https://malesturu.wordpress.com https://malesturu.wordpress.com/2016/12/29/pengrajin-boomerang-butuh-kecermatan-untuk-membuatnya/
Comments
Loading...