Sentra Kerajinan Caping Di Ponorogo

0 231

Sentra Kerajinan Caping Di Ponorogo

Selain produk caping kurang dimininati karena para konsumen lebih banyak memilih menggunakan topi hasil produksi pabrikan, juga disebabkan hasil kerajinan caping warga Karanggebang, kalah bersaing dengan kerajinan anyaman caping milik warga Sumberagung, Kecamatan/Kabupaten Magetan.

Apalagi, para perajin selama ini tidak pernah mendapatkan perhatian dari Pemkab Ponorogo. Dampaknya, usaha mereka yang sudah hampir kembang kempis itu, tidak pernah mendapatkan suntikan dana bantuan sama sekali. Padahal, sejak bertahun-tahun usaha kerajinan topi caping itu, sudah menjadi andalan hampir seluruh warga yang ada di kampung Karanggebang itu.

Meski saat ini masih ada sekitar 100 perajin caping, tetapi mereka hanya meneruskan usaha itu demi memenuhi permintaan konsumen yang masih setia menggunakan caping. Salah seorang perajin caping, Sutarmi warga Dusun Purwoasri, Desa Karanggebang mengtatakan pekerjaan yang digelutinya sejak berusia 10 tahun tersebut semakin hari semakin tidak mensejahterakan. Hal ini seiring naiknya harga kebutuhan rumah tangga. 

Sedangkan penghasilannya tidak pernah mengalami kenaikan. Sutarmi merasa pekerjaannya itu, tidak lagi bernilai ekonomi. Pasalnya di usia senja itu, dirinya dalam sehari hanya mampu menganyam caping sebanyak 5 lembar. Padahal upah per lembarnya hanya dihargai Rp 250.000. Usaha itu hasilnya sudah tidak bisa lagi diandalkan. Harga bambu per batang di pasar sudah mencapai Rp 8.000. Sedangkan per batang bisa dibuat caping sebanyak 20 buah. Sementara harga caping untuk jenis buyuk dan caping plenthon hanya Rp 2.500 per buah dan untuk harga Caping lancip hanya Rp 4.500 per buah.

Source http://surabaya.tribunnews.com http://surabaya.tribunnews.com/2013/03/30/sentra-kerajinan-caping-ponorogo-terancam-gulung-tikar?page=2
Comments
Loading...