Sentra Kerajinan Dandang Di Binjai Timur

0 515

Sentra Kerajinan Dandang Di Binjai Timur

Usia bukanlah halangan untuk terus berusaha. Tarsono ini misalnya, meski usianya sudah 63 tahun, namun warga Jalan Ikan Arwana, Lingkungan III, Kelurahan Dataran Tinggi, Kecamatan Binjai Timur mampu membuka lapangan kerja kecil-kecilan di areal belakang rumahnya.
Diawali dari pengalamannya sebagai seorang pekerja pembuat dandang dan kerajinan alumunium, Tarsono kini mecoba peruntungannya sendiri dengan mencoba membuka usaha pembuatan dandang dan kerajinan lainnya yang terbuat dari alumunium.Usaha alumunium miliknya telah berdiri sejak tahun 2001 silam. Diawali dengan bekerja membuat dandang bersama sang istri, kini dia telah memiliki delapan pegawai yang bekerja bersamanya.
“Saya sebenarnya mulai bekerja menjadi pembuat dandang dari tahun 1974. Pada waktu itu saya bekerja dengan orang di daerah Tanah Tinggi, sampai tahun 1998, pas waktu itu terjadi krisis moneter. Jadi karena bahan utamanya naik sampai 100% lebih, sehingga saya termasuk salah satu pekerja yang diberhentikan,” ujarnya di tempat pembuatan dandang miliknya.
Perlahan, usaha yang di tekuninya ini mengalami kemajuan.Awalnya, dirinya hanya menggunakan peralatan seadanya, seiring waktu berjalan usaha tersebut semakin berkembang dan dari keuntunggan penjualan dandang terdebut, ia bisa membeli sejumlah mesin untuk mendukung pembuatan dandangnya.
“Kalau dandang biasanya ada tujuh ukuran, dari kapasitas dua kilo sampai tiga puluh kilogram, bahkan bisa dibuat lebih besar dan lebih tebal, tergantung pemesanan. Jadi model dan bentuk tergantung selera pemesan,” ujar tarsono.
“Untuk seharinya kita bisa memproduksi sekitar lima puluh set (1 set 3 dandang), sementara untuk harga persatu set berkisar mulai 115 ribu sampai jutaan rupiah,” sambungnya. Hasil produksi dandangnya ini sempat dipasarkan sampai ke Jambi dan Riau. Namun karena terkendala biaya, hasil produksinya pun hanya dapat dipasarkan di seputaran Binjai dan Medan saja.
“Kalau dulu bisa kita kirim sampai ke Jambi dan Riau, tapi karena pembayarannya lama dan terkendala juga dengan modal, akhirnya saya stop dulu.Untuk penjualan sekarang ini, biasa pemesanan dari toko, atau ada yang tempah. Ada juga orang Bandung yang kos di belakang rumah, biasanya mereka keliling dari satu tempat ke tempat yang lain untuk menjualnya,” terang Trasono.
Pria yang memiliki tiga orang anak dan lima orang cucu ini berharap agar Pemerintah bisa berkenan memberi bantuan terhadap usahanya agar bisa terus berkembang hingga akhirnya dapat diekspor keluar daerah.”Semoga pemerintah bisa membantu usaha saya ini, karena bagaimanapun usaha yang saya rintis ini bisa membuka lowongan pekerjaan bagi orang lain,” harap Tarsono.
Salah seorang pekerjanya yang bernama Bayu, mengaku senang bisa bekerja di tempat tersebut. Hanya berpendidikan di bangku SMP, dia sangat beruntung bisa mendapatakan pekerjaan di tempat tersebut.”Bersyukur saya bang bisa bekerja di sini, saya bisa bantu perekanomian di rumah saya. Apalagi kita dibolehkan kerja lembur di sini untuk menambah penghasilan,” ucap Bayu.
Source http://beritasumut.com http://beritasumut.com/sosok/Tarsono---Dari-Buat-Dandang--Mampu-Buka-Lapangan-Kerja
Comments
Loading...