Sentra Kerajinan Dandang Di Kudus

0 499

Sentra Kerajinan Dandang Di Kudus

Di tepi timur Jalan tanjung Desa Kramat, Kecamatan Kota, Kudus tampak sebuah kios dengan pintu terbuka. Di dalamnya terlihat belasan dandang yang berjajar dan tersusun rapi. Di depan kios tampak seorang pria memakai kaus hitam sedang melipat plat aluminium stainless sesuai pola. Pria tersebut bernama Deni Irianto, pembuat dandang dan aneka perabot dapur.

Di sela aktivitasnya tersebut, pria yang akrab disapa Deni itu sudi berbagi kisah tentang usahanya. Dia mengungkapkan, sebenarnya usaha pembuatan aneka perabot dapur itu merupakan usaha mendiang ayahnya. Namun sejak ayahnya meninggal pada 2004, dia yang meneruskan usaha tersebut.

“Sebenarnya saat itu aku sudah bekerja di satu bank swasta di Kudus. Namun karena semua saudaraku tidak ada yang mau meneruskan usahanya bapak, aku terpaksa keluar dan melanjutkan usaha ini. Sayang juga kan, sudah punya banyak pelanggan gak ada yang ngelanjutin,” ungkap Deni sambil memukul stainless menggunakan palu karet.

Warga Desa Kramat, Kota, Kudus itu mengatakan, sebenarnya dirinya bergelut dengan pembuatan perabot itu sejak masih duduk kelas satu SMA. Pada saat  itu, setiap pulang sekolah dia mengaku selalu membantu bapaknya untuk membuat perabot pesanan pelanggan.

Setelah lulus dia mengaku tidak melanjutkan sekolah, dan bekerja di satu bank perkreditan rakyat (BPR) di kudus selama empat tahun. Sejak bekerja di bank, dia sudah jarang membantu ayahnya lagi membuat dandang. “Meskipun sudah lama tidak membuat dandang, aku tetap harus siap saat diberi tanggung jawab melanjutkan usaha yang dirintis ayahku sejak tahun 1960 ini,” ujarnya.

Pria yang sudah dikaruniai empat anak itu menuturkan, sejak usaha tersebut dia kelola, para pelanggan ayahnya dulu tetap berlangganan hingga sekarang. Menurutnya para pelanggannya tidak hanya datang dari Kudus, melainkan juga ada yang dari Pati dan Jepara.

Dia merinci sejumlah perabot dapur yang diproduksi beserta harganya. Untuk dandang dia jual mulai Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu, oven roti dijual mulai Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta. Sedangkan mixer roti dia jual sekitar Rp 3 juta, mesin bubut bulu ayam dihargai Rp 2 juta. Perabot bakaran sate dia jual seharga Rp 150 ribu dan timbo tahu dilepas dengan harga lebih murah yakni Rp 18 ribu per pcs.

“Selain perabot tersebut aku juga menerima pesanan aneka perabot dan barang yang terbuat dari plat aluminium stainless. Aku juga menerima servis panci yang aku tarif antara Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan, dalam sebulan bisa menjual sekitar 15 pcs dandang. Sedangkan untuk timbo tahu dia mengaku sudah punya pelanggan tetap yang selalu dia kirimi sekitar 300 pcs sebulan. “Untuk oven, mixer roti serta mesin bubut bulu ayam aku tidak menyetok. Aku hanya membuat setelah ada order,” ujar Deni yang mengaku tempat usahanya buka setiap hari.

Source http://seputarkudus.com http://seputarkudus.com/2017/03/deni-keluar-kerja-di-bank-dan-pilih-membuat-dandang.html
Comments
Loading...