Sentra Kerajinan Dandang Di Semanggi

0 201

Sentra Kerajinan Dandang Di Semanggi

Dandang memang sudah tak banyak lagi disebut dalam daftar alat dapur. Padahal dulunya, tak hanya alat pokok menanak nasi, dandang bahkan cukup berharga untuk digadaikan sebagai barang bernilai jual tinggi. Barang dari tembaga ini kini kalah pamor dengan penanak nasi lain yang mudah dan cepat, menyesuaikan kebutuhan manusia yang serba praktis.

Diamini oleh Waluyo salah satu mantan pengusaha dandang Semanggi, Solo, “dulu, dandang tembaga sangat laku tapi lalu ada dandang alumunium yang lebih ringan dan murah jadi dandang tembaga mulai tidak dipakai,” ungkapnya. Dulunya, adalah Joyo Kenceng, yang menjadi pengusaha dandang tembaga di daerah Semanggi. “Sekarang sudah meninggal dan tidak ada yang meneruskan, karena memang dandang tembaga juga sudah tidak laku,” bebernya

Kemudian, muncullah para perajin dandang alumunium dan stainless menggantikan dandang tembaga. Tak hanya lebih ringan, dandang tak lagi cembung di dasarnya, bentuknya pun tak lebar di bagian bawah, di tengah ramping, dan lebar lagi di atas. Dengan bentuk silinder dan bawahnya yang datar, dandang alumunium disesuaikan dengan kompor minyak dan kompor gas yang mulai dipakai masyarakat. Dandang alumunium dan stainless juga sudah sepaket dengan angsang dan tutupnya sehingga lebih praktis dipakai.

Di Semanggi, suara palu beradu dengan alumunium terdengar setiap harinya. Bising dan memekakkan telinga sudah terjadi puluhan tahun di kampung ini. “Dulunya hampir semua rumah di kampung ini membuat dandang, Mbak. Tapi sekarang hanya tinggal segelintir,” ungkap Waluyo. Waluyo juga dulunya menjadi perajin dandang alumunium selama lebih dari 30 tahun sebelum akhirnya berhenti tiga tahun terakhir.

Source http://duranafisah.blog.uns.ac.id http://duranafisah.blog.uns.ac.id/2016/02/17/geliat-kampung-dandang-kian-muram/
Comments
Loading...