Sentra Kerajinan Dandang Di Tambun Selatan

0 373

Sentra Kerajinan Dandang Di Tambun Selatan

Perabot rumah tangga, dandang memang sudah jarang dilihat di dapur masak sekarang ini, sebab masyarakat sudah banyak yang beralih menggunakan peralatan masak yang modern. Bahkan, dandang yang biasa digunakan ibu rumah tangga untuk peranti menanak nasi, sudah terkalahkan dengan kehadiran Magic Jar yang hanya sekali colok ke listrik nasi sudah matang.

Di Jalan Raya Sumberjaya Tambun Selatan, terdapat perajin dandang yang masih eksis memproduksi perkakas rumah tangga lawas ini. Namun dandang yang terbuat dari logam kuningan memang sudah tidak diproduksi kembali, lantaran harga bahan bakunya yang sudah sangat mahal. Pemilik bengkel pembuatan dandang, Satrio mengungkapkan, rata-rata pemesan dandang di bengkel miliknya adalah para pedagang dan pengusaha kuliner, yang memang masih menggunakannya untuk peranti mamasak, karena dandang yang dibuatnya menggunakan stenlis dan aluminium berukuran tebal.

’’Kita buat untuk para pengusaha kuliner dan pedagang, karena kualitas yang kita buat lebih tebal dari yang pabrikan, jadi mereka lebih memilih membuat di sini karena lebih awet,” ucapnya.

Menurut Satrio, usaha yang sudah digelutinya sejak tahun 2011 ini merupakan usaha turun temurun dari sang ayah, yang memang sudah menjalani usaha ini dari tahun 80-an di Bengkulu, setelah sang ayah meninggal dunia usahanya ini diwariskan kepada dirinya. ’’Saat itu memang saya sering ikut bapak saya di bengkel, setelah dia meninggal usaha ini saya yang meneruskan,” kenang Satrio.

Satrio menjelaskan, harga dandang dan peranti dapur lainnya yang dikerjakan di bengkelnya harganya memang lebih mahal dari harga pasaran, karena kualitas yang digunakan berbeda dari yang sudah banyak di pasaran.

’’Di sini harganya mulai dari Rp200 ribu ke atas, kita juga menerima servis dandang yang bocor dan bisa kita kenakan harganya dari Rp30 ribu sampai Rp50 ribu, dilihat besar dan kecilnya dandang yang diservis,” tuturnya.

Diakuinya, kendala saat ini adalah harga yang cepat naik sehingga mau tidak mau, harga penjualannya juga dinaikkan mengikuti bahan baku yang ada. Walaupun demikian, kata Satrio, omzet yang dia dapat cukup lumayan, bahkan dalam satu bulan Satrio bisa mengantongi hingga Rp5 juta. ’’Yah lumayan mas dari pada kita jadi kuli di pabrik, mendingan geluti usaha bapak saya yang memang sudah berjalan,” pungkasnya

Source http://gobekasi.pojoksatu.id http://gobekasi.pojoksatu.id/2015/02/13/perajin-dandang-eksis-produksi-perkakas/
Comments
Loading...