Sentra Kerajinan Emas Di Serang

0 223

Sentra Kerajinan Emas Di Serang

Sejak masih sekolah dasar (SD), Toni, warga Cibagus Taktakan, Serang, selalu memperhatikan orang tuanya membuat cincin dan gelang. Pengamatan sehari-hari itu kemudian membuatnya mahir sampai menjadi pengrajin emas.

Di rumahnya, Toni menyulap kamar belakang untuk dijadikan bengkel pembuatan cincin dan kalung emas. Lima meja menempel ke tembok sambil ada penerangan di atasnya. Tiga orang pemuda duduk di samping Toni sedang menggulung emas kecil untuk kalung. Dua alat yang disebut urutan dan gilingan berdiri di belakang meja. Selain itu, ada tabung gas yang digunakan untuk melebur emas menjadi lunak.

Menurut Toni, saat ini kebetulan sedang ada pesanan dari seorang pemilik toko emas dari pasar di Serang. Ia diminta membuat cincin dari emas Singapura mulai dari 3 gram dan kalung yang kadar emasnya 5 gram. Ada sekitar 3 ons emas batangan yang ia terima untuk dibuat cincin dan kalung.

Jika sedang membuat cincin emas, Toni biasanya paling mahir membuat cincin pesanan. Begitu tingkat kerumitan semakin tinggi, ia juga mendapatkan upah lebih banyak. Tiga pemuda tanggung yang ada di bengkelnya, bekerja untuk merangkai kalung atau merapikan cetakan. “Cincin biasa bisa 20 sampai 25 ribu. Kalau pesanan bisa 200 atau 300 ribu,” ujarnya soal harga pembuatan.

Source https://news.detik.com https://news.detik.com/berita/d-3444551/kisah-toni-pengrajin-emas-yang-bekerja-mulai-dari-lulus-sd
Comments
Loading...