Sentra Kerajinan Genteng Di Magelang

0 195

Sentra Kerajinan Genteng Di Magelang

Genteng adalah salah satu produk yang dihasilkan dari tanah liat. Genteng digunakan sebagai atap dalam pembuatan rumah. Keunggulan genteng dibandingkan jenis atap yang lain adalah harganya yang rumah, dan ramah lingkungan. Rumah yang menggunakan atap dengan Genteng dari tanah liat lebih adem jika dibandingkan dengan rumah yang atapnya dari asbes. Salah satu desa pengrajin genteng di Kabupaten Magetan adalah desa Pojok yang terletak di Kecamatan Kawedanan. Keahlian membuat genteng warga desa Pojok didapatkan secara turun menurun.

Proses pembuatan genteng hampir sama dengan pembuatan gerabah. Pembuatan genteng dimulai dengan mengaduk tanah liat dengan pasir atau dalam bahasa jawa ‘molen’. Tanah yang digunakan adalah tanah liat yang lembut, tidak berpasir, dan tidak bergamping. Pemilihan jenis tanah sangat penting dalam pembuatan genteng. Selain itu komposisi air, tanah, dan pasir juga akan mempengaruhi kualitas genteng. Jika pasir terlalu banyak tekstur tanah akan menjadi kasar, dan genteng yang dihasilkan akan mudah rapuh. Setelah di molen tekstur tanah akan menjadi seperti plastisin, lembut dan mudah dicetak.

Tanah yang sudah dimolen ini harus ditutup dengan plastik agar tetap lembab dan tidak kering. Langkah selanjutnya adalah mencetak genteng. Sebelum dicetak tanah liat dipadatkan lagi, agar genteng yang dihasilkan benar – benar rapat dan tahan air. Setelah dicetak genteng didiamkan ditempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Hal ini dimaksudkan agar genteng tidak pecah. Setelah tekstur genteng menjadi keras, genteng dijemur dibawah sinar matahari. Proses penjemuran memerlukan waktu 6 hingga 8 jam tergantung keadaan sinar matahari. Langkah terakhir adalah membakar genteng.

Genteng dimasukkan kedalam sebuah oven besar. Satu oven bisa memuat 4000 – 5000 genteng. Pembakaran dilakukan dalam suhu yang sangat tinggi dan memerlukan waktu 5 – 6 jam. Genteng yang sudah dibakar siap untuk dipasarkan. Umumnya ada 2 jenis genteng yang diproduksi yaitu gendeng talang, dan gendeng mantili. Harga yang ditawarkan untuk genteng talang berkisar antara 1100 – 1500 perbuah tergantung jauh dekatnya rumah pemesan. Sedangkan untuk genteng mantili dihargai 1700 – 2500 perbuah.

Menurut Surono tidak semua warga desa Pojok membuat genteng. Hanya warga RT. 07 saja yang membuat gentang. Dulu, hampir semua warga Desa Pojok berprofesi sebagai pengrajin genteng. Namun sekarang hanya tinggal sekitar 6 – 7 rumah. Warga lebih memilih menggarap sawah atau merantau ke luar kota. Tidak mengherankan karena posisi pengrajin genteng didesa Pojok semakin terancam. Modal yang digunakan semakin banyak. Tanah liat yang dulu mudah didapatkan sekarang pengrajin harus mendatangkan dari daerah lain, yang harganya tidak murah. Kenaikan harga BBM juga menyumbang kontribusi dalam kenaikan modal pengrajin. Kendala lain adalah pengrajin tidak mempunyai standart pembuatan genteng. Akibatnya kualitas satu genteng dengan genteng yang lain berbeda. Hal ini berdampak pada kepercayaan konsumen. Harapan pengrajin genteng didesa Pojok hanya satu, pemerintah lebih memperhatikan usaha kecil seperti ini. Suntikan modal, promosi, dan pelatihan sangat mereka perlukan.

Terakhir, sebagai penutup artikel yang masih ambur adul ini saya selipkan sedikit promosi. Bagi yang berminat memesan genteng silahkan datang ke Desa Pojok RT. 07 RW.02 Kec. Kawedanan Kab. Magetan. Kami menyediakan jenis genteng mantili dan genteng talang dengan kualitas terjamin. Masa pakai lebih dari 7 tahun.

Source https://rindawahyuni.wordpress.com https://rindawahyuni.wordpress.com/2015/11/03/produk-genteng-desa-pojok-kecamatan-kawedanan-kabupaten-magetan-jawa-timur/
Comments
Loading...