Sentra Kerajinan Gerabah Di Tuban

0 307

Sentra Kerajinan Gerabah Di Tuban

Kerajinan gerabah di Keluarahan Karang, Kecamatan Semanding usianya sudah puluhan tahun. Akan tetapi, sebagian besar nasib para pengrajinnya berjalan di tempat. Bahkan, mereka kadang hidup dalam “cengkeraman” tengkulak. Sementara, belum ada yang bersedia menjadi “dewa penolong”.

Rutinitas Asih, salah seorang pengrajin gerabah di Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Mbah Asih tidak sendirian, sedikitnya ada puluhan pengrajin di desa setempat.

Seperti halnya Asih, mereka mewarisi ketrampilan tersebut secara turun temurun. Produk yang dihasilkan pun tidak berbeda jauh dengan produk nenek moyang mereka, yaitu sebangsa cowek, ngaron, kuali, dan perabotan rumah tangga lainnya.

Di antara jenis gerabah, kuali kecil paling banyak diproduksi oleh pengrajin karang. Gerabah tersebut umumnya digunakan sebagai tempat penyimpanan ikan pindang. Pemasaran kuali karang adalah daerah pantai, terutama Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban dan Desa Karang Agung, Kecamatan Palang. Sekali pengiriman (angkut) bisa mencapai 5.000 buah kuali.

Asih mengilustrasikan, seorang pengrajin dalam sepuluh hari mampu menghasilkan 1.000 kuali kecil. Oleh tengkulak, per kuali dihargai Rp. 500. Sehingga total penerimaan sebesar Rp. 500.000. Sementara untuk memproduksi 1.000 kuali, pengrajin menghabiskan biaya produksi mencapai Rp. 400.000, seperti membeli tanah liat, kulit kacang, serabut kelapa serta tukang injak adonan gerabah. Dengan demikian penghasilan pengrajin selama 10 hari tak lebih dari Rp. 100.000. Bila biaya pembuatan ikut dikalkulasi, pengrajin gerabah pada dasarnya sama dengan kerja bakti.

Source http://tubankab.go.id http://tubankab.go.id/berita/detilberita/121
Comments
Loading...