Kerajinan “Gerabah Kasongan” Bantul

0 309

Bahan baku tanah liat yang melimpah di wilayah kota Jogja dan Bantul oleh masyarakat, Pak Narto merupakan salah satu pelopor kerajinan Gerabah KasonganGerabah diolah dengan sangat terampil hingga menjadi aneka macam perabot dan juga hiasan yang disukai oleh banyak wisatawan. Kebanyakan hasil produksi yang telah siap jual ini meliputi guci, hiasan dinding, hingga peralatan dapur.

Lokasi Sentra Gerabah

Pusat penjualan kerajinan Gerabah di Jogja sudah pasti berpusat di Desa Kasongan, Kabupaten Bantul. Masuk ke desa ini kita akan disambut dengan deretan toko kerajinan gerabah yang berjajar rapi di kanan dan kiri jalan. Toko-toko yang yang ada tampak sangat unik, mereka berusaha mendisplay barang dagangannya dengan semenarik dan se-otentik mungkin. Hal ini ditujukan untuk menarik minat para calon pembeli, sehingga nantinya mereka akan dengan mudah untuk memilih toko yang ingin mereka masuki hanya dengan melihat jenis dan produk olahan gerabah yang dipasang di etalase toko.

Ketenaran Sentra Industri Kerajinan Gerabah Kasongan dalam memproduksi barang kerajinan yang berseni tinggi memang sudah sangat diakui, tidak hanya sebatas di Indonesia saja tapi sudah ke mancanegara. Kebanyakan produk yang dijual di sentra industri kerajinan gerabah Kasongan saat ini sudah lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan ekspor.

Tahapan proses pembuatan gerabah

a. Tahap persiapan

Mempersiapkan bahan baku tanah liat (clay) dan menjemur, Mempersiapkan bahan campurannya, Mempersiapkan alat pengolahan bahan.

b. Tahap pengolahan bahan

Penumbukan bahan sampai halus, Pengayakan hasil tumbukan, Pencampuran bahan baku utama (tanah) dengan bahan tambahan (pasir halus atau serbuk batu padas, dll) dengan komposisi tertentu.

c. Tahap pembentukan badan gerabah

Beberapa teknik pembentukan yang dapat diterapkan, antara lain : teknik putar (wheel/throwing), teknik cetak (casting), teknik lempengan (slab), teknik pijit (pinching), teknik pilin (coil), dan gabungan dari beberapa teknik.

d. Tahap pengeringan

Proses pengeringan dapat dilakukan dengan atau tanpa panas matahari. Umumnya pengeringan gerabah dengan panas matahari dapat dilakukan sehari setelah proses pembentukan selesai

e. Tahap pembakaran

Proses pembakaran (the firing process) gerabah umumnya dilakukan sekali, berbeda dengan
badan keramik yang tergolong stoneneware atau porselin yang biasanya dibakar dua kali yaitu pertama pembakaran badan mentah (bisque fire) dan pembakaran glazur (glaze fire).

f. Tahap Finishing

Proses ini
dapat dilakukan dengan berbagai macam cara misalnya memulas dengan cat warna, melukis, menempel atau menganyam dengan bahan lain, dan lain-lain.

Source Sentra Kerajinan Gerabah Kasongan Proses Pembuatan Gerabah Kasongan
Comments
Loading...