Sentra Kerajinan Gong di Kota Batu

0 412

Sentra Kerajinan Gong di Kota Batu

Profesi Pande besi mungkin merupakan salah satu profesi yang kini sudah jarang digeluti oleh masyarakat. Tidak hanya butuh keahlian khusus, tetapi juga butuh tenaga yang kuat untuk merubah sebuah besi menjadi bentuk yang diinginkan. Namun di Kota Batu, ada salah satu keluarga yang masih menekuni profesi ini sampai sekarang.
Suwanto salah satu anggota keluarga pande besi menceritakan bahwa dulu yang memulai usaha pande besi ini adalah Ayahnya yaitu Sunaji pada tahun 1945. Awalnya, Sunaji hanya membuat alat-alat pertanian seperti cangkul, arit dan lempak. Namun pada tahun 1950-an, Sunaji mencoba mengembangkan usahanya tersebut dengan membuat alat musik Gong. Ternyata respon masyarakat cukup bagus, banyak yang meminati Gong buatan Sunaji. Dari situ pembuatan Gong dan juga alat-alat pertanian terus berkembang sampai sekarang,
Karena usia Sunaji yang cukup lanjut, akhirnya usaha pembuatan Gong dan juga alat-alat pertanian dikelola oleh dirinya (Suwanto) bersama saudar-saudaranya. Suwanto mengaku memperoleh keahlian membuat Gong dan alat-alat pertanian dengan belajar dari ayahnya.
“Bisa dibilang, saya dan saudara-saudara saya merupakan generasi kedua penerus usaha ayahnya tersebut”, ujar Suwanto di Kota Batu.
Gong buatannya ini banyak digemari oleh kelompok kesenian daerah seperti kesenian jaranan dan juga kerawitan. Peminat gong buatannya kebanyakan berasal dari Malang raya, namun pada tahun 2002 Gong buatannya pernah dipesan oleh orang Jerman sebanyak 11 buah dengan diameter 2 meter, ucapnya.
Untuk Gong dengan ukuran yang besar dibandero dengan harga Rp. 1.750.000-2.000.000,- perbuah. Sedangkan Gong kecil yang disebut Kempul di beri harga  Rp. 850.000,-perbuah. Namun untuk satu unit Gong untuk jaranan di pasang harga Rp. 12.000.000,-per unit dan Rp. 70.000.000,-per unit untuk Kerawitan. Terdapat 3 jenis gong berdasarkan bahannya yang dia produksi, yaitu Gong dari Besi, Gong dari Perunggu dan Gong dari Kuningan. Dari ketiga jenis Gong tersebut, Gong Dari Perunggu adalah yang palingg mahal harganya bisa mencapai ratusan juta, ujar Suwanto.
Untuk membuat sebuah gong dengan ukuran yang besar membutuhkan waktu 4 hari untuk menyelesaikannya. Namun untuk gong kecil (Kempul) hanya membutuhkan waktu 2 hari. Suwanto mengaku dalam sebulan pasti ada orang yang memesan Gong buatannya. Namun jika tidak ada pesanan pembuatan gong, dia dan juga saudaranya membuat alat-alat pertanian seperti saat dikunjungi Cendana News. Suwanto berharap untuk kedepannya semoga ada perhatian dan juga bantuan dari pemerintah khususnya Pemerintah Kota Batu terhadap usahanya tersebut. Karena Suwanto mengaku, selama ini usahanya belum pernah sama sekali mendapatkan bantuan maupun pembinaan dari pemerintah, akunya.
Source https://www.cendananews.com https://www.cendananews.com/2015/05/generasi-ke-dua-pande-besi-pembuat-gong-dari-kota-batu.html
Comments
Loading...