Sentra Kerajinan Kaleng di Bogor

0 282

Sentra Kerajinan Kaleng di Bogor

Ramai bunyi kaleng diketok terdengar di Desa Sukahati, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Saat memasuki Desa Sukahati, tiap orang tampak sibuk mengetok bahan kaleng di rumahnya masing-masing. Tak heran jika Citeureup dijuluki sebagai Kampung Kaleng sejak puluhan tahun silam. Sejauh mata memandang, hampir tiap rumah dihiasi oleh gulungan bahan aluminium dan tumpukan bahan kaleng.

Ternyata, selain Kampung Dukuh di Desa Pasir Mukti, Desa Sukahati juga dikenal sebagai salah satu Kampung Kaleng legendaris di Kecamatan Citeureup. “Memang sudah dari dulu, Citeureup dikenal sebagai tempat produksi barang-barang kaleng. Saya termasuk perajin generasi awal,” tutur Dadang Hendrawan yang akrab disapa Haji Dadang.

Dadang menjadi perajin kaleng sejak tahun 1970-an. Ia berkisah, kala itu perajin kaleng belum banyak. “Bisa dihitung jari. Sekarang kan tambah banyak, hampir tiap rumah bikin juga, desa sebelah juga makin banyak perajin,” ujarnya. Saat ini  sekitar 75 perajin kaleng ada di Desa Sukahati.

Dadang sendiri membuat produk kaleng seperti kaleng kerupuk, ember kaleng, ada pula beberapa perkakas dapur seperti dandang dan panci. Pria 60 tahun ini sudah 30-an tahun menekuni ketrampilan ini. Ia memasok barangnya ke sejumlah kota.

“Pelanggan saya kebanyakan orang lama, ada di Pasar Minggu, Kampung Melayu, Tangerang dan Bekasi. Selebihnya saya bikin pesanan juga dan beberapa buah untuk stok,”ungkapnya. Dadang nengaku kerap mendapat pesanan juga dari pabrik kerupuk, pemilik bisnis katering atau pemilik rumah makan.

Aneka kaleng kerupuk dibanderol mulai Rp 25.000 – Rp 150.000, tergantung ukuran, model dan bahannya. Untuk ember dibanderol mulai Rp 35.000 – Rp 50.000 per buah. Aneka perkakas dapur dibanderol mulai Rp 140.000 hingga Rp 900.000. Harga Rp 140.000 dibanderol untuk panci ukuran sedang.

“Harga ini relatif ya, tergantung ukuran dan jenis bahannya. Konsumen mau pakai bahan aluminium yang baru atau bahan seken yang jenisnya galvalum,” jelas Dadang  Konsumen pun bisa menentukan sendiri ukuran, model, bentuk dan warna yang diinginkan.

Budi Sulistyo, perajin kaleng lainnya juga menerapkan sistem custom dan pre-order kepada konsumennya. “Kayaknya semua perajin seperti itu. Kami terima pesanan berapa pun ukuran dan bentuknya. Pokoknya semua perbotan berbahan kaleng bisa dibuat di sini,” katanya.

Sama seperti Dadang, Budi juga memproduksi aneka kaleng kerupuk dan perkakas rumah tangga. Dalam sehari, pria 45 tahun ini sanggup membuat 6-8 unit kaleng kerupuk ukuran sedang. Kaleng kerupuk produksinya dibanderol mulai Rp 60.000 – Rp 250.000 bergantung pada ukuran dan bahan kaleng.

Budi mengatakan, hampir semua perabotan kaleng yang diproduksi di Kampung Kaleng mengalir ke sejumlah sentra penjualan perabotan di Jakarta, seperti Cawang, Jatinegara Mester, Jembatan Lima, Tanah Abang dan Mayestik. Kadang, ada juga pesanan dari luar wilayah Jabodetabek.

Source http://peluangusaha.kontan.co.id/ http://peluangusaha.kontan.co.id/news/ayo-pesan-kaleng-kerupuk-ke-perajin-sukahati-1?utm_source=dable
Comments
Loading...