Sentra Kerajinan Kaleng Di Kampung Kaleng, Bogor

Sentra penjualan wajan di Jalan Kayu Manis, Bogor, Jawa Barat. Berdiri sejak tahun 1980-an, sentra ini diramaikan oleh belasan pedagang uang menjual wajan dengan berbagai ukuran.

Foto:KONTAN/Pratama Guitarra

0 266

Sentra Kerajinan Kaleng Di Kampung Kaleng, Bogor

Kabupaten Bogor terdapat tempat bernama “Kampung Kaleng” Terletak di Kampung Dukuh RT. 01/01 Desa Pasir Mukti, Kecamatan Citeureup, kelompok pengrajin ini diprakarsai oleh Dedi Ahmadi. Kampung Kaleng berada di dalam suatu koperasi bernama “Rancage” yang lingkupnya se-Kabupaten Bogor.

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan penunjang utama perekonomian warga Kecamatan Citeureup. Kecamatan Citeureup memiliki empat jenis/bidang UMKM yang digeluti warganya, antara lain; industri makanan dan minuman, konveksi, logam, dan aneka produk rumah tangga. Industri logam terdapat di empat desa yaitu Desa Sukahati, Desa Pasir Mukti, Desa Tarikolot, dan Desa Gunungsari. Menurut Dedi diantara keempat desa tersebut baru terdapat satu koperasi di Desa Pasir Mukti yang memersatukan 165 pengrajin kaleng.

Koperasi Rancage merupakan mitra CSR Indocemnent yang fungsinya di bidang pemasaran, pembinaan, dan pelatihan. Nama “Kampung Kaleng” diberikan karena semua pengrajin di Kampung Dukuh membuat produk yang berbahan dasar kaleng. “Kampung Kaleng secara resmi ada pada tahun 2012, tapi untuk pengrajinnya sendiri sudah ada sejak dahulu dan turun temurun”, ucap Dedi Ahmadi selaku Ketua Koperasi Rancage. Koperasi ini merupakan koperasi produsen yang fungsinya membantu pengrajin dalam memasarkan produk.

Selaras dengan perkataan Muchtar Kelana selaku Koordinator Desa dari tim CSR Indocement, “Indocement membantu masyarakat dengan memberikan proyek-proyek untuk kemudian dikerjakan warga.” Dalam hal ini, koperasi membantu memperluas pasar dari pengrajin kaleng itu sendiri. Baru sekitar 40% warga sekitar Kampung Dukuh yang bergabung ke dalam koperasi.

Warga Kampung Kaleng ini telah memasarkan produknya hingga ke luar pulau seperti Kalimantan, Makassar, dan daerah-daerah lainnya di Indonesia melalui media online dan pameran yang diikutinya. Sebelumnya, para pengrajin hanya mampu menjual produknya ke daerah Jabodetabek. Atas dasar tersebut, Dedi yang dahulunya merupakan pengrajin kaleng mencoba untuk mengumpulkan para pengrajin menjadi satu kesatuan dalam koperasi. Pihak CSR Indocement memotivasi Dedi hingga akhirnya terbentuk koperasi Rancage.

Proses pembuatan mulai dari bahan baku hingga menjadi produk jadi dikerjakan langsung oleh warga Kampung Dukuh. Bahan baku didapat dari distributor yang sudah ada di wilayah Citeureup itu sendiri. Harga produk di Kampung Kaleng cukup beragam tergantung jenis barang dan ukurannya. Kisarannya mulai dari Rp 5 ribu rupiah untuk kaleng kerupuk mini hingga Rp 500 ribu untuk harga oven.

Source https://www.kompasiana.com https://www.kompasiana.com/hasnaindahr/kampung-kaleng-harta-karun-desa-pasir-mukti_58d8daea8d7a6128207f38c2
Comments
Loading...