Sentra Kerajinan Karinding Di Cikarang Pusat

0 316

Sentra Kerajinan Karinding Di Cikarang Pusat

Alat musik karinding tak hanya bisa dinikmati suaranya, tetapi mengandung banyak makna hidup di dalamnya. Setidaknya itu bagi Asep Surawisesa yang biasa dipanggil Ki Sura, pengrajin sekaligus pemain karinding.

Di padepokan Galuh Surawisesa tempat ia beraktivitas seni budaya, Ki Sura menuturkan bagaimana ia memaknai dan mengajarkan karinding di padepokannya. “Pelajaran paling utama dari karinding itu soal bagaimana budaya leluhur kita dalam memperlakukan sesama ciptaan-Nya,” ujar Ki Sura.

Berdasarkan yang ia pahami dan yakini, karinding disebutnya sebagai alat para leluhur untuk mengusir hama. Ia menjelaskan, ketika karinding dimainkan, hama akan berkumpul di satu tanaman yang kemudian dipindahkan ke semacam hutan oleh petani. Artinya, hama tidak dibunuh melainkan dipindahtempatkan supaya tidak lagi mengganggu tanaman petani.

Pada poin ini, ia yakin bahwa para leluhur jauh lebih beradab dibanding manusia modern dalam memperlakukan alam dan sesama mahluk Tuhan. “Makna ini yang selalu saya coba tanamkan, terutama bagi saya sendiri maupun mereka yang belajar karinding di sini,” kata pria yang selalu mengenakan iket kepala ini.

Dalam proses mengajar di padepokannya, Ki Sura selalu mendorong muridnya untuk bisa membuat sendiri alat musik karinding. Dijelaskan Ki Sura, ketika membuat karinding, kita akan memahami fungsi setiap elemen dalam alat musik ini. “Selain akan mempermudah belajar memainkannya, dengan belajar membuatnya kita akan lebih menghargai alat musik karinding” pungkasnya.

Padepokan Galuh Surawisesa sendiri berada di Jalan Kalimalang, Pasir Tanjung, Cikarang Pusat. Selain aktivitas seni musik karinding, padepokan ini juga merupakan tempat belajar-mengajar seni bela diri pencak silat.

Source http://sabekasi.com http://sabekasi.com/news/detail/4/31/Belajar-Makna-Hidup-Melalui-Karinding
Comments
Loading...