Sentra Kerajinan Kayu Ukir Di Kuningan

0 313

Sentra Kerajinan Kayu Ukir Di Kuningan

Udin sang pemilik Saung Kreatif Kharisma Alam, Kuningan. Bengkel kreatif yang berlokasi di Desa Babakanmulya, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan itu memproduksi 30 hingga 40 pajangan kayu setiap harinya.

Di sisi depan rumah “jengki”, bergaya khas Sunda itu terpampang puluhan hasil keterampilan Sakri dan kawan seniman lainnya. Terdapat bentuk ukiran kuda Kuningan, kujang, sepeda, dan lainnya. Asal pembuatan suvenir unik dengan bentuk-bentuk khas Kuningan tersebut. Tumpukan kayu di sisi bengkel tersebut ternyata dahulunya merupakan limbah kayu yang dibuang. Tak jarang ia mendapat kayu busuk.

“Alhamdulillah kalau di Kuningan itu banyak limbah kayunya, banyak yang ngasih juga. Kalau busuk tinggal diobat, nanti mulus lagi,” terang Saharudin Kibro, sang pemilik saung. Wisatawan yang datang pun bisa melihat dan coba membuat kerajinan ukir kayu di sana. Mulai membuat pola di atas kayu lalu kayu dipotong sesuai bentuk, barulah diperhalus permukaannya.

“Terakhir yang paling menentukan, finishing. Ada tiga tahapan, mulai penghalusan dan vernis beberapa kali sampai warnanya keluar, dan awet,” terang Sakri, pengrajin di sini.

Meskipun limbah kayu, bukan berarti Udin tidak memperhatikan bahan baku. Menurutnya yang terbaik ialah dari kayu pinus, lalu kayu jati, dan mahoni kering.

“Tergantung pesanan, paling banyak dari jati, tapi paling bagus pinus, karena warna serat kayunya keluar,” terang Udin.

Saung Kreatif Kharisma Alam ini baru berdiri sejak 2007. Namun, tiga tahun pertama ia memproduksi wayang golek, lalu beralih ke kerajinan suvenir kayu, karena lebih banyak peminat.

Wisatawan pun bisa langsung membelinya dengan harga mulai Rp 60.000 hingga jutaan rupiah. Semakin rumit dan besar ukuran kerajinan kayu tersebut, semakin mahal harganya. Paling mahal seperti bentuk kuda kuningan dengan berbagai model, lalu yang sederhana seperti gantungan bentuk kujang.

Udin dan beberapa pengrajin lainnya memang belum terlalu terbuka dengan wisatawan. Salah satunya adalah urusan menyediakan suvenir khas Kuningan. Hal tersebut ternyata karena terkendala alat produksi yang masih dikerjakan secara manual. Oleh karena itu, hasil produksi olahan limbah kayu ini sangat terbatas.

Ia mengharapkan adanya bantuan berupa alat-alat produksi, yang bisa membantu ke lima karyawannya. Sampai saat ini ia berhasil memasarkan hingga ke Jambi, dan tahun depan sudah ada rencana ke Kamboja dan Khazakstan.

Ia pun berencana akan membuat fasilitas khusus untuk wisatawan belajar membuat kerajinan tersebut. Sampai saat ini masih sedikit wisatawan yang mau datang untuk belajar dan membeli suvenir tersebut.

Source http://travel.kompas.com http://travel.kompas.com/read/2017/12/24/203000227/menengok-sentra-kerajinan-kayu-ukir-di-kuningan
Comments
Loading...