Sentra Kerajinan Keset Di Pasuruan

0 391

Sentra Kerajinan Keset Di Pasuruan

Nama perajin keset Vivit, ia berprofesi sebagai PNS,  ibu  satu putra yang berusia 30 tahun ini ternyata juga seorang pengusaha dengan 132 orang pekerja yang tersebar di tiga desa. Perjalanan mengelola usaha sampai seperti sekarang ternyata harus melalui jalan tejal berliku. Pada awalnya usaha yang dijalaninya adalah usaha keluarga yang sukses  memproduksi lap makan.

Vivit yang waktu itu masih kuliah, terkena imbasnya. Karena tidak mau berhenti kuliah, maka Ia memutuskan untuk membuat usaha sendiri. Dengan modal awal hanya Rp. 150.000 yang diberikan oleh pamannya. Ia memutuskan untuk membuat keset tenun dengan dibantu oleh satu orang pekerja. Ternyata mempunyai usaha baru memang tidak mudah, hasil usahanya belum cukup untuk membiayai kuliah sehingga Ia memutuskan untuk bekerja di suatu perusahaan.

Setelah delapan bulan menjadi karyawan ia memutuskan untuk berhenti bekerja dan berkonsentrasi pada kuliah serta perkembangan usaha rumahannya, yang waktu itu sudah berjalan dengan lima orang pegawai.  Kerja kerasnya membuahkan hasil, ia pun lulus dengan hasil gemilang dan diterima bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan

Tinggal di Desa Karangrejo, Kecamatan Purwosari, Pasuruan, yang mayoritas penduduknya menghasilkan macam-macam kerajinan seperti keset, lap makan, sapu dan kemoceng, membuatnya dibesarkan di lingkungan home industri. Berkat dorongan yang diberikan keluarga serta bakat mengelola usaha yang baginya merupakan “warisan paling berharga” membuatnya tidak asing lagi dalam memahami seluk beluk home industry.

Kebangkrutan yang pernah dialami keluarganya membuatnya bertekad untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi. Dengan semboyan “Kita tidak akan meraih fajar kecuali melewati  malam”, yang artinya kita tidak akan sukses tanpa kerja keras, Vivit memutuskan untuk merubah hidup keluarga dengan berkonsentrasi  membuka usaha keset tenun, karena  bahan bakunya sangat mudah dicari.

Yang mengagumkan, dia membagi usahanya dengan penduduk sekitar, hampir seluruh pengrajin keset di tiga desa di purwosari menyetor hasil kerjanya ke Vivit untuk di pasarkan. Di jalan menuju rumahnya, saya melihat banyak sekali ibu-ibu mengerjakan keset di teras rumahnya secara bersama-sama.

Menurut Vivit, tantangan terbesar dalam usaha ini adalah harus benar-benar siap dengan persaingan dengan produsen lain, karena itu ia selalu menjaga kualitas barang dan menjaga kepercayaan relasi maupun supplier. Juga harus mampu bersaing dengan sehat, serta selalu ulet dan dituntut untuk lebih kreatif. Maka rencana kedepannya, Vivit menciptakan beberapa produk baru, serta berharap agar produk-produk tersebut dapat diterima dipasaran.

Source https://www.kompasiana.com https://www.kompasiana.com/vividamayanti/keset-kaki-bawa-rejeki_55109ae8813311c82cbc72d2
Comments
Loading...