Sentra Kerajinan Khas Suku Aborigin di Semarang

0 240

Sentra Kerajinan Khas Suku Aborigin di Semarang

Siapa sangka, benda-benda kerajinan khas Suku Aborigin yang dipajang di beberapa etalase di kota besar Australia ternyata diproduksi warga Desa Pakis, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. 
“Kami membuat corak aborigin art sejak pertama kali bikin enam tahun lalu,” kata Setyo Budi.
Di etalasenya, tampak barang-barang dengan corak Aborigin, seperti bumerang, dgiridu (alat musik Suku Aborigin), juga wine bottle helper dan plate. Tidak hanya itu, terlihat juga gelang hingga topeng dengan motif kanguru atau kadal. Semuanya bertuliskan “Hand Made Australia”.
Setyo menjelaskan, bahwa sejak awal berdiri, perusahaannya berkonsentrasi ekspor ke Australia. Barang-barang semisal bumerang, fgiridu, plate, dan wine bottle helper khusus diekspor. Sementara untuk konsumsi lokal, Eniequem memproduksi gelang, topeng, hingga mebel. Harganya berkisar Rp 12 ribu hingga Rp 1,1 juta.
Menurut Setyo, ekspor ke Australia rutin dilakukannya tiap dua bulan sekali. Sekali kirim, perusahaannya mengekspor 50 item sebanyak satu kontainer. Pengiriman itu rutin sejak enam tahun lalu. “Labelnya memang ‘Hand Made Australia’ karena sejak awal kami bekerja sama dengan orang Australia,” ucap Setyo.

Perusahaannya berdiri enam tahun lalu berawal dari perkenalan owner Eniequem, Hari, dengan pengusaha Australia. Saat itu, Hari ditawari membuat bumerang dengan corak Suku Aborigin. Keduanya berkenalan di Yogyakarta. Permintaan itu disanggupinya hingga sekarang.
Kini, produknya dipajang di toko-toko di kota besar di Australia, semisal Sidney hingga Melbourne. Bahkan, banyak orang Indonesia di Australia mengira produk yang mereka beli itu asli Asutralia. Lalu membawa kembali ke Indonesia sebagai oleh-oleh.
“Pernah kepala Bank BNI 46 Salatiga datang ke tempat kami untuk menawarkan produk perbankan terkejut. Dia pernah ke Australia dan membeli barang yang sama persis dengan yang kami produksi,” tuturnya. Kini, selain mengekspor pihaknya juga memproduksi untuk lokal.
Khusus penjualan lokal, dirinya membuka situs lokal sibejo.com. Di dalam situs itu dirinya memajang produknya kecuali yang diekspor ke Australia.
Source http://jateng.tribunnews.com http://jateng.tribunnews.com/2013/06/03/dua-bulan-sekali-satu-kontainer-kerajinan-dikirim-ke-australia
Comments
Loading...