Sentra Kerajinan Kompor Minyak Di Cirebon

0 343

Sentra Kerajinan Kompor Minyak Di Cirebon

Program subsidi gas elpiji 3 kilogram dari pemerintah rupanya membuat warga Desa Serang, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, kehilangan mata pencahariannya. Sebab, mayoritas penghasilan warga setempat berasal dari pembuatan kompor minyak.

Bengkel-bengkel pembuatan kompor untuk minyak tanah pun gulung tikar. Lantaran masyarakat mulai beralih ke kompor gas semenjak adanya program gas elpiji bersubsidi. Kini, di desa itu hanya tinggal satu pengusaha kompor minyak. Raji masih bertahan sebagai pengusaha kompor minyak yang sudah ia geluti sejak masih remaja.

“Kalau mulai buka bengkel dan membuat sendiri kompor minyak pas remaja. Tapi, sejak kecil sudah bisa buat karena sering membantu orang tua waktu dulu,” kata Raji di rumahnya di Blok Pandean Desa Serang, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Di kampungnya, sambung Raji, terkenal sebagai pembuat kompor minyak, lebih dari 20 bengkel pembuatan kompor minyak ada di kampungnya. Kini semuanya tutup, hanya dirinya yang masih bertahan.

“Mereka tutup karena perkakasnya dijual. Waktu itu penjualan menurun, salah satunya menyambung hidup dengan menjual perkakas. Tapi, saya tidak melakukan itu. Karena sayang, perkakas ini belinya mahal waktu dulu,” ucap Raji.

Raji mengaku sempat berhenti membuat kompor minyak selama satu tahun. Tidak adanya pasar yang menerima menjadi salah satu sebabnya. Dirinya mulai membuka kembali setelah kelangkaan gas elpiji muncul.

Tak sedikit masyarakat yang memintanya untuk membuat kompor minyak. Gairah usahanya pun bangkit kembali, namun tidak sehebat dulu. Raji tetap bersyukur, karena masih ada yang mau memakai kompor minyak.

“Ini sudah turun temurun, warisan keluarga. Seminggu bisa membuat dua sampai tiga kodi. Dan, satu bulan biasanya bisa menjual sebanyak tiga sampai empat kodi. Tapi, tidak menentu juga, kadang sepi,” ujarnya.

Raji enggan untuk berpindah profesi. Kompor minyak sudah menjadi saksi hidupnya dan andalan untuk bisa menutupi kebutuhannya. Karena, keahliannya hanya bisa membuat kompor minyak.

Raji mengatakan kompor minyak buatannya ada dua model yakni model tipis dan tebal. Untuk tipis dijual dengan harga lebih murah, selisihnya sekitar Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu dengan yang tebal. Untuk kompor minyak sumbu 12 model tipis dijual seharga Rp 20 ribu, sedangkan yang tebal Rp 40 ribu. Kemudian untuk sumbu 16 model tipis dijual Rp 32 ribu, sedangkan yang tebal Rp 45 ribu. Untuk sumbu 20 model tipi dijual seharga 35 ribu, sedangkan yang tebal Rp 50 ribu.

Source https://news.detik.com https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-3674429/raji-masih-eksis-produksi-kompor-minyak-di-cirebon
Comments
Loading...