Sentra Kerajinan Kulit Di Ponorogo

0 511

Sentra Kerajinan Kulit Di Ponorogo

Seorang pria paruh baya tengah tekun menghadap mesin jahit miliknya. Namanya Ghufron, salah seorang warga Desa Nambangrejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo. Pria berusia 40 tahunan ini ternyata tengah membuat kerajinan berbahan dasar kulit. Dia membuat pesanan sabuk untuk pentas reog.
Usaha yang digelutinya sejak lima tahun terakhir ini membawa berkah tersendiri bagi keluarganya. Bagaimana tidak, dari hasil usaha ini ia mampu menyekolahkan ketiga anaknya. Ghufron membuat kerajinan berbahan dasar kulit selain sabuk untuk pentas reog, dirinya juga bisa membuat dompet dan tas.
“Untuk sabuk biasanya saya jual dikisaran harga Rp70 – 250 ribu, tergantung bahan dan model yang diinginkan,” jelasnya.
Sedangkan untuk tas dijual dengan harga Rp200 – 350 ribu dan dompet dijual dengna harga Rp50 – 100 ribu. Pemasaran yang ia lakukan cukup mudah, setiap hari selalu ada pengepul yang datang ke rumahnya untuk membeli hasil kerajinan tangan miliknya. Biasanya satu pengepul ambil satu – dua lusin, dan itu tidak satu pengepul biasanya ada banyak pengepul,” ujarnya. Dalam sehari ia mampu membuat lima buah sabuk. Jika banyak pesanan Ghufron memperkerjakan dua orang untuk membantu dengan sistem borongan.
“Dari saya bahannya sudah saya potongi, jadi pekerja tinggal jahit di rumahnya masing-masing,” cakapnya. Dalam proses pembuatannya, Ghufron masih menggunakan sistem manual. Seperti penggunaan mesin jahit, palu, pisau, gunting dan lem. Selebihnya saat proses pembuatan ia lebih mengedepankan imajinasi dalam membuat suatu karya.
“Ilmu membuat sabuk ini saya dapatkan dari bapak saya dan saya tekuni sampai sekarang, beruntung hasilnya lumayan untuk keluarga,” terangnya. Meski sudah mendapatkan ilmu langsung dari bapaknya, Ghufron juga sempat mengikuti diklat yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Ponorogo. Bahkan dia juga tergabung ke dalam kelompok pengrajin bernama ‘Panji Muda’ yang beranggotakan 25 orang.
“Dari diklat tersebut kami dapat bantuan berupa mesin yang biasanya kami gunakan secara bergantian oleh anggota kelompok,” pungkasnya.
Source https://www.cendananews.com https://www.cendananews.com/2017/02/ghufron-pengrajin-kulit-dari-desa-nambangrejo-ponorogo.html
Comments
Loading...