Sentra Kerajinan Oven Di Cawang

0 369

Sentra Kerajinan Oven Di Cawang

Cerita dapur saat Lebaran tak bisa lepas dari oven pemanggang kue. Di Jalan Dewi Sartika, dekat perempatan menuju Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, oven-oven dari aluminium dan baja nirkarat memulai cerita. Cawang Kompor, begitu orang Jakarta mengenal sentra pembuatan dan penjualan oven itu dari masa ke masa.

Bahan yang digunakan umumnya baja nirkarat. Diawali kompor minyak Lebih dari 20 tahun terakhir, Cawang Kompor dikenal sebagai tempat pembuatan dan penjualan oven kue. Namun, kehadiran oven itu terbilang baru karena sebelumnya kawasan itu lebih dikenal sebagai sentra pembuatan dan penjualan kompor minyak tanah.

Sebagai sentra pembuatan dan penjualan kompor minyak tanah, kawasan ini sudah dikenal lebih dari 30 tahun. Kompor minyak tanah dari kawasan itu dikenal tak mudah meledak dan kuat menopang panci dan kuali yang berat sekalipun. Tak heran, dari masa ke masa, kawasan itu lebih dikenal sebagai Cawang Kompor kendati pemerintah mendorong konversi bahan bakar rumah tangga dari minyak tanah ke gas pada 2004. Kebijakan ini turut menggantikan kompor minyak tanah dengan oven. Diding menuturkan, dia bukan orang baru di Cawang Kompor, tetapi dia baru serius menjual oven di kawasan itu empat bulan terakhir.

Sebelumnya, dia lebih banyak berperan sebagai pemasok kompor minyak tanah di kawasan Cawang sejak 1997. “Saat jadi pemasok kompor, saya juga sudah mulai memasok oven ke Cawang,” katanya. Bagi Diding, kompor dan oven adalah bagian dari perjalanan hidupnya. Sejak usia 10 tahun, dia ikut membuat kompor di kampungnya di Desa Sukahati, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Hingga saat ini, Diding masih memproduksi kompor dan oven di kampungnya. Oven-oven itu yang dia jual di Cawang. Dari pembuat kompor, Diding mengembangkan kemampuannya sebagai pedagang dan memasarkan produk ke pedagang kompor di Cawang sekitar tahun 1997.

Saat itu, kata Diding, sudah banyak kios penjual kompor di Cawang. Jumlahnya ada lebih dari 20 kios yang sekaligus digunakan sebagai bengkel pembuatan kompor, oven, dan panci. Kios-kios itu tak hanya menjual kompor, tetapi juga panci, loyang kue, dan oven yang semuanya dari aluminium dan baja nirkarat. Belakangan, beberapa kios juga memproduksi dan menjual kubah masjid dari baja nirkarat. Pedagang dan perajin di kawasan itu datang dari berbagai daerah di Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Source https://megapolitan.kompas.com https://megapolitan.kompas.com/read/2016/07/11/15594751/kisah.awal.si.oven.pemanggang.kue.di.cawang
Comments
Loading...