Sentra Kerajinan Sanggul Tradisional Di Pasuruan

0 260

Sentra Kerajinan Sanggul Tradisional Di Pasuruan

Usia Pujo Sakti memang tidak lagi muda. Namun, semangat berjualan pria asal Desa Glagahsari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur ini masih membara. Ia tak putus asah meski usahanya kini memasuki masa senja. Ia merupakan salah satu perajin wig dan sanggul yang masih bertahan hingga sekarang. Pujo, begitu ia dikenal, tak ingin berspekulasi membanting setir dan mencari usaha lainnya. Wig dan sanggul itu sudah dibuatnya beberapa bulan lalu, namun hingga saat ini, tidak ada satupun wig dan sanggul yang terjual di pasaran.

Pujo sering menyebut usaha wig dan sanggul saat ini ibarat jual kambing dan sapi di musim Hari Raya Idul Adha. Tidak menjelang hari raya kurban, penjual kambing dan sapi pasti sepi pembeli. Sama dengan berjualan wig dan sanggul, ramai di saat – saat tertentu atau tepatnya di musim nikah.

Pujo mengatakan, harga wig dan sanggul buatannya ini memang sedikit mahal. Sebab, ia memilih bahan utamanya yakni rambut yang berkualitas. Ia memilih bahan dari rambut asli daripada rambut berbahan sintetis. Ia beralasan, karena ingin membuat kesan bahwa itu rambut asli. Lebih lanjut, Pujo mengungkapkan, bahan rambut asli ini sangat mahal. Harga rambut asli per kilogram dengan panjang 60 sentimeter ini mencapai Rp 6 juta rupiah. Kata dia, harga itu belum modal untuk kebutuhan lainnya. Maka dari itu, ia mengakui tidak bisa menjual barangnya dengan harga murah.

Ia mengaku masa kesuksesan omzet sanggul dan wig pada tahun 2003 lalu. Kala itu, persaingan bisnis wig dan sanggul masih belum banyak, dan belum ada pabrik produksi sanggul dan wig yang menjadi pesaing. Pujo sudah menggeluti bisnis ini sejak tahun 1976. Ia mengakui omzetnya menurun akibat kalah bersaing dengan perusahaan modern sekarang ini. Bahkan, ia pun mengaku mengurangi kuota karyawannya yang sebelumnya 300 orang menjadi 25 orang karyawan. Pujo berharap pemerintah kabupaten (pemkab) Pasuruan memperhatikan nasibnya. Ia ingin ada bantuan dari Pemkab Pasuruan.

Source http://jatim.tribunnews.com http://jatim.tribunnews.com/2017/04/12/kasihan-nasib-perajin-wig-dan-sanggul-tradisional-di-pasuruan-diujung-tanduk-penyebabnya-ini?page=2
Comments
Loading...