Sentra Kerajinan Sepatu Olahraga Di Mojokerto

0 562

Sentra Kerajinan Sepatu Olahraga Di Mojokerto

Yadi, pengrajin sepatu olahraga di Mojokerto sepekan ini lebih sibuk dari biasanya. Yadi hanya berhenti bekerja membuat sepatu saat makan, mandi, salat dan tidur malam saja. Dia dan beberapa pekerjanya berhenti bekerja baru tengah malam. Kerja lembur itu karena dia mendapat order lebih banyak dari relasinya di Surabaya dan Malang untuk membuat sepatu olahraga jumlahnya dua kali lipat dari omset biasanya. Sebelum ada pesanan melonjak ini, sepekan dia membuat 100 pasang sepatu olahraga.

Di antaranya ada 30 buah sepatu bola. Sekarang, dia mendapat order dari relasinya 200 pasang sepatu olahraga. Rinciannya untuk sepatu bola 150 pasang dan 50 pasang sepatu olahraga. Untuk kerja lembur ini, dia harus bekerja sejak pukul 05.00 dan berakhir pukul 24.00. “Saya istirahat hanya untuk makan, salat, mandi dan tidur. Kalau tidak begini saya khawatir sepatu pesanan itu tidak bisa selesai pada waktunya,” katanya.

Selain itu untuk memenuhi target itu, bapak dua anak ini harus menambah pekerja musiman yang diambilkan dari tetangganya sendiri sebanyak 4 orang. Untuk jam kerjanya bagi karyawan musiman dimulai pukul 10.00 dan berakhir pukul 16.00. Yadi optimistis pesanan relasinya itu bisa dipenuhi tepat waktu. Karena dia tidak ingin relasinya kecewa. Selain itu, dia berharap setelah ini mendapat order lagi dari relasinya dalam jumlah yang banyak pula. “Dia sudah janji pada saya kalau order pertama ini bisa diserahkan tepat waktu, saya akan diberi order kedua yang lebih banyak lagi,” tandasnya.


Pemesan datang tidak datang dari Mojokerto saja, namun datang dari Surabaya, Blitar, Malang, Jogjakarta dan Solo. “Order tahun ini cukup bagus, dan ini menguntungkan pengrajin sepatu bola dan sepatu olahraga lainya,” katanya. Hariyadi, pengurus Asosiasi Sepatu dan Sandal Mojokerto, mengatakan jumlah pengrajin sepatu olahraga di Mojokerto tidak banyak. Hanya 10 orang. Terbanyak pengrajin sepatu kulit. Produksi mereka setiap bulan antara 1.000 stel sampai 1.500 pasang. Pemasarannya hampir seluruh  Jatim, Jateng dan Kalimantan. “Piala dunia sangat menguntungkan karena omzet penjualan terdongkrak naik drastis,” katanya.

Source https://www.viva.co.id https://www.viva.co.id/jatim/158977-piala-dunia-bikin-sibuk-perajin-sepatu
Comments
Loading...