Sentra Kerajinan songket Di Ogan Ilir

0 305

Sentra Kerajinan songket Di Ogan Ilir

Usaha kerajinan songket di Desa Limang Jaya Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan, selain menciptakan lapangan usaha bagi warga, juga mampu dan bertahan di tengah gejolak krisis global ekonomi dunia sekarang ini.

Di lokasi Desa Limang Jaya, sedikitnya ada 150 orang pengrajin tenun songket yang rata-rata wanita mampu memproduksi 300 lembar kain songket setiap bulannya. Pengrajin dan penenun songket warga Limang Jaya, Elita mengemukakan, warga di desa ini memiliki keahlian menenun secara turun temurun dari keluarga.

Menurut dia, menenun songket bukan hanya butuh keahlian tetapi juga ketelitian serta kesabaran dalam mengurai helai demi helai benang untuk ditenun hingga menjadi kain songket dengan motif yang unik dan memiliki ciri khas budaya Sumsel. Dia mengatakan untuk mahir menenun songket dibutuhkan waktu dua bulan. Itu pun masih dalam tahap belajar. Sementara itu, proses menenun songket dalam sehari hanya bisa mencapai 20 centimeter atau sama dengan satu rentangan jari, sehingga butuh kesabaran yang luar biasa, katanya.


Di samping itu, menenun songket membutuhkan kerapian serta kehalusan dalam merajut helai-helai benang hingga menjadi kain songket. Dia mengakui telah menggeluti usaha tenun songket selama 20 tahun dan usaha tenun songket tersebut adalah generasi kecempat yang secara turun temurun dikembangkannya. Mengenai konsumen, katanya, untuk memenuhi order songket yang masuk, mengerakan 150 orang pengrajin tenun di desanya.

Salah satu order yang saat ini menjadi target untuk segera diselesaikan berupa pesanan 100 lembar songket jenis rumpak tanjak menyambut Hari Ulang Tahun Kabupaten Ogan Ilir dan cindera mata atau souvenir. Ia mengaku, tak hanya pesanan kain songket dari wilayah setempat, tetapi dari Kota Medan Sumatera Utara juga menjadi pelanggan tetapnya.

Salah satu keunggulan songket Sumatera Selatan ternyata bisa diterima masyarakat Kota Medan, Sumut, karena pertama kualitas baik serta harganya terjangkau rata-rata hanya Rp3 juta per lembar, jauh lebih murah dibandingkan dengan jenis kain ulos mencapai Rp6 juta per lembar.

Source http://industri.bisnis.com http://industri.bisnis.com/read/20151221/87/503684/kerajinan-songket-di-ogan-ilir-mampu-bertahan-dalam-krisis-ekonomi
Comments
Loading...