Sentra Kerajinan Suling Bambu Di Kampung Babakan

0 439

Sentra Kerajinan Suling Bambu Di Kampung Babakan

Di Kampung Babakan, Desa Cangkuang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Mamat mencari nafkah sebagai pembuat seruling bambu. Sendirian, sebelum tiga anaknya beranjak besar kini sang anak sudah bisa membantu Mamat. Alat musik tradisional Sunda itu digelutinya bak anak sendiri. Diserutnya buluh bambu dengan perlahan dan seksama, lalu dilubangi dengan sempurna agar menghasilkan suara yang prima. Mamat berhasil bertahan, bahkan dia mampu menafkahi istri dan tiga anak-anaknya dari membuat seruling.

Di Desa Cangkuang, bisa dibilang, Mamat satu-satunya perajin seruling. Warga setempat tak asing dengan namanya. Bahkan mereka menambahkan satu kata di belakang nama pria berusia 55 tahun ini menjadi Mamat Suling. Mungkin sebagai julukan, atau bisa juga untuk mencegah kekeliruan. Sebab, nama Mamat memang banyak, tapi Mamat Suling cuma satu. Ditemui belum lama berselang, lelaki yang kurang sempurna secara fisik ini–bentuk kakinya mengecil–mengaku bisa membuat seruling dari sang ayah yang dulunya dikenal sebagai seniman sekaligus pembuat seruling.


Pada awalnya, seruling Mamat belum banyak dikenal. Untuk memasarkan pun dia harus pergi ke Tegal Lega, Bandung, yang berjarak sekitar 29 kilometer dari rumahnya. Usahanya tak percuma. Secara perlahan, seruling Mamat mulai dikenal. Pesanan terus berdatangan. Bahkan, kini Mamat tak punya waktu lagu buat menjajakan seruling ke Bandung. Dia sibuk membuat seruling bersama tiga anaknya di rumahnya yang berukuran 5×10 meter. Rumah di Jalan Raya Cangkuang, Banjaran, itu memang dijadikan Mamat sekaligus sebagai bengkel kerjanya. Dalam sehari, Mamat dan keluarga sanggup membuat 60 seruling.Pembeli yang datang tak cuma dari Bandung. Beberapa di antaranya datang dari kota lainnya di Jabar. Bahkan, ada pemesan yang datang dari Sumatra. Satu buah seruling dijual Rp 5.000. Namun, bila memesan banyak, Mamat menghargai serulingnya hingga Rp 3.000 per batang.
Source http://news.liputan6.com http://news.liputan6.com/read/78585/mamat-suling-si-perajin-seruling
Comments
Loading...