Sentra Kerajinan Syal Di Malang

0 546

Sentra Kerajinan Syal Di Malang

Saat ini syal bisa dipakai sebagai simbol atau identitas suatu kelompok atau golongan tertentu. Sebagai simbol mereka membuat syal yang seragam dengan tulisan yang menunjukkan identitas kelompok teretentu. Ada kebanggaan tertentu ketika anggota kelompok ini memakai syal tersebut, karena dengan memakai atau memiliki syal tersebut, secara fisik menunjukkan bahwa mereka bagian dari komunitas yang sedang mereka gandrungi saat ini.

Demikian juga dengan kelompok-kelompok suporter sepak bola di tanah air saat ini. Setiap pertandingan yang disiarkan langsung televisi saat ini, syal bisa merubah suasana di stadion menjadi begitu meriah. Dengan syal mereka bisa merubah warna stadion menjadi warna kebanggan mereka.

Akan tetapi sebenarnya syal tidak hanya milik atau dimonopoli oleh suporter sepak bola. Akan tetapi beberapa komunitas tertentu ternyata juga menggunakan syal sebagai identitas dari anggotanya, seperti komunitas kantor tertentu, komunitas hobby tertentu dan lain sebagainya.

Sebenarnya mayoritas syal yang dijual selama ini sebagian merupakan produk dari sebuah home industri di desa Tulusbesar, Kecamatan Tumpang, Bapak Edi beserta istri inilah yang memulai merintis usaha ini dari nol. Saat ini di Desa Tulusbesar ada sekitar 5 pengrajin syal ini. Akan tetapi Pak Edi merupakan pioner dalam usaha yang mungkin bagi sebagian orang dianggap kegiatan yang hanya bisa dikerjakan oleh pabrik besar.

Dengan dibantu 7 orang karyawannya, pak Edi memulai usahanya dari nol, artinya usaha ini dimulai dari usaha coba-coba, sampai kini memiliki 4 mesin pembuat syal. Bahan baku pembuatan syal ini adalah benang syiet yang biasa dibeli di Malang, sedangkan pembuatannya sejak dari merajut benang sampai jadi semua dilakukan di rumah yang sekaligus menjadi tempat pembuatan syal tersebut. Dengan demikian syal yang dihasilkan ini benar-benar asli buatan warga Tumpang yang mungkin bagi sebagian orang tidak mengira bahwa syal-syal yang bertebaran dipanjang jalan dan toko-toko di Malang itu mungkin sebagian adalah hasil tangan dingin pak Edi beserta karyawannya.

Untuk pemasaran, Pak Edi tidak pernah kesulitan. Saat ini hampir semua hasil produksinya adalah pesanan dari beberapa orang yang datang langsung ke rumahnya. Pemesan syal ini tidak hanya dari pedagang sekitar Malang saja. Tercatat sudah banyak pembeli atau pemesan dari luar kota, seperti Lamongan, Sidoarjo dan beberapa instansi dan perusahaan memesan langsung. Bagi pemesan dari luar kota, biasanya produk itu dijual lagi di kota-kota lain. Motif dan warna produk pak Edi disesuaikan dengan keinginan pemesan. Dengan kondisi pasaran saat ini, pak Edi tidak pernah memasarkan syal hasil produksinya ini, apalagi sampai menitipkan ditoko-toko, karena dengan memenuhi pesanan yang mengalir ke rumahnya ini saja, sudah membuat kewalahan.

Jika anda berminat memesan syal produk Tumpang ini, anda tinggal menentukan bentuk tulisan serta warnanya saja, untuk harga, anda tidak perlu khawatir. harga syal ini dipatok antara Rp. 20.000,- sampai Rp. 25.000,- tergantung ukuran yang diminta. Bandingkan dengan harga dipasaran yang dipatok antara Rp. 45.000,- sampai Rp. 60.000,-.

Source http://mieraluve.blogspot.co.id http://mieraluve.blogspot.co.id/2010/11/syal-dari-kec-tumpang.html
Comments
Loading...