Sentra kerajinan Tanaman Hias Di Malang

0 263

Sentra kerajinan Tanaman Hias Di Malang

Tak berlebihan bila menyebut Kios Bunga Barokah sebagai supermarketnya tanaman hias. Bahkan, kios bunga ini bisa jadi yang terbesar dan terlengkap di Malang Raya. Berlokasi di Jalan Bukit Berbunga Nomor 185, Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kios Bunga Barokah menempati lahan seluas satu hektare. Ada ribuan tanaman yang ada di sana. Mulai dari anggrek, kaktus, krisan, mawar, Aglaonema, hingga palem yang tingginya mencapai belasan meter.

Apalagi, di area kios tersebut terdapat beberapa gazebo yang bisa menjadi tempat untuk bersantai. Gazebo-gazebo itu juga menjadi tempat favorit bagi Rustamaji, sang pemilik, untuk memantau kiosnya.

Rustamaji mengaku mulai bergelut dengan dunia tanaman sejak 1971. Saat itu, usianya masih belasan. Rustamaji muda memanfaatkan waktu luang untuk bekerja pada pamannya yang memiliki usaha pengrajin tanaman hias.

Setelah jatuh bangun ”ikut orang”, Rustamaji memutuskan untuk merintis usahanya sendiri pada 1985. Dia memanfaatkan lahan yang dipinjam dari neneknya. Luasnya sekitar 500 meter persegi.

Meski tak memiliki modal sepeser pun, Rustamaji tak kehilangan akal. Bagaimana pun, dia sudah bertekad untuk memiliki usaha kios bunga sendiri. ”Alhasil, saya bawa tanaman-tanaman milik teman-teman saya. Saya membantu untuk menjualnya,” kata alumnus SMK Islam Batu ini. Lewat sistem konsinyasi itulah, usaha Kios Bunga Barokah milik Rustamaji bisa berkembang. Bahkan, selang beberapa tahun kemudian, dia bisa membeli lahan yang sebelumnya dipinjam dari neneknya itu. Waktu itu, harga tanah di daerah sana masih Rp 100 ribu per meter persegi. Artinya, untuk lahan seluas 500 meter persegi, Rustamaji mengeluarkan kocek Rp 50 juta.

Keputusan membeli lahan tersebut dia ambil setelah melihat progres dari usaha yang dirintisnya. Apalagi, sejak awal merintis usaha, Rustamaji berani membuat inovasi. ”Salah satunya, saya berani menjual tanaman dengan harga lebih murah dari tempat lain. Minimal, selisihnya Rp 1.000–Rp 2.000 per tanaman,” kata dia. Rustamaji pun rajin meng-upgrade pengetahuan mengenai tren tanaman hias. ”Saya sering mendapatkan informasi baru dari pameran-pameran di Jakarta dan Bandung,” ujar dia. Dengan cara itu, Rustamaji berusaha menjaga agar pelanggannya tidak ”lari” ke tempat lain.

Dia menyatakan, sebagian pelanggannya berasal dari kalangan wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu. ”Saya sangat terbantu dengan konsep Batu sebagai Kota Wisata,” ujar dia. Oleh karena itu, Rustamaji berusaha menyeleraskan kiosnya dengan konsep Kota Wisata di Batu. Yakni, dengan menjadikan kiosnya tak hanya menjadi tempat pembibitan dan penjualan, tapi juga untuk destinasi wisata.

Selain menjual tanaman kepada wisatawan yang berkunjung ke Batu, Rustamaji rutin memasok tanaman ke berbagai daerah. ”Hampir semua provinsi, Sumatera, Sulawesi, bahkan Papua,” ujar dia. Kemudian, dia juga pernah memasok tanaman ke beberapa negara tetangga, salah satunya Malaysia.

Rustamaji menyampaikan, dia mendapatkan Rp 4 juta per hari dari penjualan tanaman. Omzet itu menjadi angka minimal yang harus didapatnya per hari. ”Kalau kurang dari itu, ndak nutut untuk biaya operasional,” ungkap dia. Rustamaji membeberkan, ada resep lain yang membuat usahanya bisa berkembang sebesar sekarang. ”Sejak awal merintis, saya selalu tidur di atas jam 12 malam untuk salat Tahajud dan Istikharah,” pungkasnya.

Source http://www.radarmalang.id http://www.radarmalang.id/rustamaji-buruh-kasar-lalu-jadi-pengusaha-tanaman-hias/
Comments
Loading...