Sentra Kerajinan Tas Batok Blitar

0 377

Batok kelapa, bagi sebagian orang tidak bermanfaat, biasanya hanya dibuang atau dibakar. Namun bagi Emy Erawati, warga Dusun Seduri, Desa Wonodadi, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, batok kelapa sangat berharga.

Di tangan Emy, batok kelapa disulap menjadi pundi-pundi rupiah. Batok itu diubah menjadi berbagai kerajinan tangan dan menghasilkan nilai jual tinggi seperti dompet, sabuk, aksesoris dan tas. Ia mampu meraih keuntungan puluhan juta rupiah per bulan.

Pasar lebih menyukai kerajinan tas dibanding beberapa hasil kerajinan lain dari batok kelapa. Melihat hal tersebut, Emy akhirnya membidik pasar tas dengan lebih fokus memilih model-model tas yang disukai pasar.

Emy lebih memilih Bali sebagai pasar. Alasannya karena disana banyak wisatawan, apalagi wisatawan asing. Jadi kalau pulang biasanya mereka membawa oleh-oleh yang unik dan khas. 50% produk kami dibawa ke Bali.

Produk Emy mulai dikenal di mancanegara, melalui para perantara produknya di Bali, produk Emy dipasarkan hingga ke Eropa. Yang sering minta itu Belanda dan Swiss. Kalau negara-negara tetangga yang sudah berlangganan Malaysia, Singapura dan Brunei.

Ia tetap optimistis produknya lebih diminati daripada produk tas lainnya. Alasannya, pembuatan kerajinan dari batok membutuhkan keterampilan khusus dan masih menggunakan teknik tradisional. Tingkat kesulitan yang tinggi membuat produk ini masih jarang digeluti orang lain.

Source Sentra Kerajinan Tas Batok Blitar Wanita Asal Blitar Ini Berpenghasilan Puluhan Juta dari Tas Batok Kelapa
Comments
Loading...