Sentra Kerajinan Tatah Sungging Klaten

0 270

Berada di perbatasan Kabupaten Klaten dan Sukoharjo, Desa Sidowarno menjadi pusat kerajinan tatah sungging dan lukis wayang kulit yang bernilai tinggi. Keindahan karya para perajinnya membuat para dalang kondang pun memilih langsung memesan anak wayang ke desa itu.

Sumanto merupakan satu dari 100 perajin tatah sungging di Desa Sidowarno. Terasnya rumahnya di Dukuh Butuh sekaligus difungsikan sebagai bengkel kerja. “Wayang-wayang koleksi Pak Begug (Mantan Bupati  Wonogiri Begug Poernomosidi) itu kebanyakkan dari sini. Saat masih menjabat, beliau pernah pesan 10 kotak wayang. Tiap kotak isinya 200 anak wayang,”tuturnya. Awalnya, dia belajar membuat irah-irahan untuk penari tradisional. Seiring waktu, dia pun terampil membuat wayang. Sumanto menjelaskan, untuk satu figur wayang kulit dijual dengan harga Rp 350.000 sampai Rp 5 juta. Sementara untuk kualitas wahid dibanderol dua kali lipatnya.

Teknik tatah yang paling sulit adalah pada bagian rambut ksatria. Kalau tidak hati-hati bisa bolong. Terkadang pewarnaan memakai campuran lempeng emas asli, sehingga harga menjadi mahal. Untuk bahan kulit, Sumanto mengakui tak kesulitan. Hanya, untuk gapit (penyangga) wayang dari tanduk kerbau harus didatangkan dari luar Jawa.

Sementara itu, Kades Sidowarno Sukarno mengatakan, butuh campur tangan pemerintah untuk mengembangkan potensi di desanya. Apalagi dalang kondang seperti Ki Manteb Sudharsono dan KI Bayu pun jadi langganan.

Source Sentra Kerajinan Tatah Sungging Klaten Perajin Tatah Sungging Langganan Dalang Kondang
Comments
Loading...