Sentra Kerajinan Teko Kuningan Di Tegal

0 439

Sentra Kerajinan Teko Kuningan Di Tegal

Penjualan teko kuningan di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, melonjak menjelang Hari Raya Idul Adha. Teko kuningan yang selama ini menjadi salah satu produk khas Tegal, selain poci dari tanah liat, banyak dimanfaatkan masyarakat yang menunaikan ibadah haji, untuk oleh-oleh kepada tetangga atau saudara. Oleh-oleh itu banyak ditemukan pada sejumlah toko penjual poci dan peralatan dari logam, yang berderet di Jalan Raya Lemahduwur, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal. Latifah penjual sekaligus perajin teko kuningan di Jalan Raya Lemahduwur, mengatakan, penjualan teko kuningan mulai meningkat sejak Agustus lalu.

“Sebagian masyarakat yang hendak menunaikan ibadah haji, membeli atau memesan teko kuningan untuk oleh-oleh haji atau oleh-oleh sepulang mereka dari Mekkah. Setiap menjelang bulan Haji, pasti banyak yang membeli teko kuningan,” ujarnya. Menurut dia, teko kuningan merupakan salah satu oleh-oleh khas haji dari Mekkah, selain air zam-zam, sajadah, dan tasbih. Biasanya, para calon jamah haji menyiapkan oleh-oleh itu sebelum mereka berangkat ke Mekkah, agar mereka tidak perlu membawa banyak barang bawaan dari Tanah Suci.

Dengan demikian, mereka bisa lebih fokus pada ibadah, serta bisa menghemat biaya dan tenaga. Menjelang bulan haji ini, lanjutnya, permintaan teko kuningan di tokonya mencapai 400 unit per bulan. Padahal pada bulan-bulan lainnya, penjualan teko kuningan hanya sekitar 40 unit hingga 80 unit per bulan. Teko kuningan dijual dalam berbagai ukuran, yaitu kapasitas satu liter air, 1,5 liter air, dua liter air, dan tiga liter air. Harga teko dengan kapasitas satu liter air Rp 20.000 per unit, kapasitas 1,5 liter air Rp 21.000 per unit, sedangkan kapasitas dua liter Rp 26.000 per unit.

Harga tersebut naik Rp 1.000 per unit, bila dibandingkan bulan-bulan lainnya. Meskipun demikian, teko yang paling banyak diburu untuk oleh-oleh haji, yaitu teko berkapasitas satu dan 1,5 liter. Teko kuningan itu juga bertuliskan huruf Arab di bagian luarnya. Ilmi Mufasirin, penjual teko kuningan lainnya di Jalan Raya Lemahduwur, mengatakan, menjelang Hari Raya Idul Adha, penjualan teko kuningan di tokonya juga meningkat hingga lima kali lipat. Pada hari-hari biasa, penjualan teko hanya sekitar 30 unit per bulan, namun saat ini mencapai 150 unit per bulan.

Menurut dia, untuk menghadapi peningkatan permintaan tersebut, ia telah menyiapkan persediaan sejak awal Agustus lalu. “Persiapannya sudah sejak setelah Hari Raya Idul Fitri,” katanya. Suryo, salah seorang pembeli teko kuningan dari Pekalongan, mengatakan, membeli oleh-oleh haji di Indonesia memang lebih efisien, apabila dibandingkan harus membawa banyak oleh-oleh dari Arab. Pada Lebaran Haji kali ini, ia membeli sekitar 50 teko kuningan, untuk kakaknya yang akan menunaikan ibadah haji. Selain membeli teko kuningan, ia juga membeli air zam-zam dan beberapa jenis oleh-oleh lain, yaitu sajadah. “Karena kakak saya tidak sempat belanja, saya yang diminta tolong membelikannya,” ujar Suryo.

Source https://nasional.kompas.com https://nasional.kompas.com/read/2011/10/18/22570172/Penjualan.Teko.Kuningan.di.Tegal.Meningkat
Comments
Loading...