Sentra Kerajinan Tenun Cepuk Rangrang Di Nusa Penida, Bali

0 260

Sentra Kerajinan Tenun Cepuk Rangrang Di Nusa Penida, Bali

Perajin tenun Cepuk Rangrang Nusa Penida, Bali mengeluhkan masalah barang tiruan dan harga yang turun sehingga menyebabkan sebagian perajin meninggalkan usahanya. Wayan Sukerta, Ketua Kelompok Industri tenun Winangun Asri, Desa Pejukutan, Nusa Penida, mensinyalir banyak tenun Cepuk Rangrang yang diproduksi di luar Nusa Penida bahkan dari luar Bali. Produksi tiruan yang melimpah dari luar Nusa Penida mengakibatkan harga kain dan selendang tenun Cepuk Rangrang yang asli menjadi turun.

Kepala Perbekel Desa Pejukutan, Nusa Penida, Nyoman Yudiadnyanawan mengatakan harga sebuah kain tenun Cepuk Rangrang berukuran dua meter kali satu meter telah turun ke harga Rp120.000 sampai Rp130.000 per buah. Padahal harga kain Cepuk Rangrang sebelumnya mencapai Rp400.000 perbuah, bahkan sempat mencapai Rp800.000 ketika kain ini menjadi trend dan diburu masyarakat.

Tenun Cepuk Rangrang adalah kerajinan asli warga Nusa Penida yang telah berusia ratusan tahun. Pada awalnya, tenun Cepuk Rangrang hanya dipakai pada saat upacara keagamaan saja. Seiring perkembangan zaman, tenun ini diproduksi untuk fungsi lebih luas, bahkan telah digunakan oleh sejumlah desainer nasional dalam karyanya. Meski demikian, tidak mudah untuk memproduksi kain Cepuk Rangrang dalam jumlah yang banyak dalam waktu singkat. Untuk memproduksi sebuah kain Cepuk Rangrang dibutuhkan waktu sekitar 2-3 hari bila menggunakan alat tenun tradisional.

Persoalan lain juga berasal dari kesulitan pemasaran karena akses infrastruktur. Lokasi Desa Pejukutan cukup terpencil sehingga sulit diakses oleh wisatawan maupun pembeli yang tertarik dengan Cepuk Rangrang. Sejumlah permasalahan tersebut disikapi oleh Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah III Bali-Nusra dalam program pengembangan Desa Tenun di wilayah Bali dan Nusra.

Tidak hanya itu, hasil tenun Cepuk Rangrang juga diperkenalkan dalam kancah nasional dalam event  Fashion Tendance 2015 yang dilaksanakan di Bali belum lama ini. Dalam event ini, BI bekerjasama dengan sejumlah desainer nasional.

“Harapan kami program desa Tenun ini dapat berkembang sehingga pemerintah daerah dapat terjun untuk melanjutkan program ini,” ujar Teguh Setiadi, Kepala Tim BI Wilayah III.

Source http://kabar24.bisnis.com http://kabar24.bisnis.com/read/20141208/78/380428/javascript
Comments
Loading...