Sentra Kerajinan Tenun Kluwung Di Banyuwangi

0 331

Sentra Kerajinan Tenun Kluwung Di Banyuwangi

Jarit Kluwung atau kain tenun kluwung cukup terkenal di wilayah suku using Banyuwangi. Tetapi sayangnya belum dilirik sebagai industri yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Generasi muda suku using tidak berminat untuk meneruskan pembuatan tenun jarit kluwung. parahnya lagi, pemerintah menutup mata untuk mengembangkannya. Tinggallah Siyami yang saat ini masih konsisten membuat jarit tenun kluwung.

Keberadaan kain tenun Kluwung Banyuwangi yang saat ini sedang mengalami masa kritis, mengingat sang pembuat kain tenun sendiri, Siyami merupakan generasi terakhir, masih belum mampu membuka mata lembaga pemerintah yang seharusnya menjaga dan melestarikan kekayaan lokal berupa kain tenun Kluwung Banyuwangi.

Seperti orang di pasung, kaki Siyami menjuntai di sela rongga dipan tempat tidur, bilah-bilah dipan sengaja dipisah agar kaki bisa turun ke lantai dan paha bisa menjadi tumpuan beban alat-alat tenun yang beragam. Ternyata Siyami hari ini sedang membuat kain tenun dengan 2 corak, yaitu warna merah hati dan putih yang dikenal dengan nama ‘Jarit Tenun Kluwung’. Siyami merupakan warga dusun Delik, RT 01/RW 03 Desa Jambesari, Kecamatan Giri. Dan merupakan satu-satunya penenun kain yang ada di Banyuwangi.

Dan merupakan generasi terakhir perempuan Using yang membuat tenun khas bumi Blambangan. Ada Dua kain tenun yang selama ini dikenal masyarakat, kain tenun Kluwung Dan kain tenun Solok.

Kain Tenun Kluwung atau biasa dikenal dengan Jarit Kluwung sebenarnya bukan barang baru bagi masyarakat Banyuwangi, apalagi untuk ‘Wong Using’ sendiri. Karena selama ini, kain tenun buatan Siyami merupakan satu-satunya kain tenun yang di gunakan oleh masyarakat untuk kegiatan-kegiatan adat Using.

Siyami, satu-satunya pengrajin tenun generasi terakhir di Banyuwangi. Tidak banyak yang tahu jika dia memiliki ketrampilan kuno tersebut. Kain tenun khas Banyuwangi yang beredar di masyarakat bisa dipastikan hasil buah tangannya.

Kain tenun Siyami banyak dikoleksi dan dipakai suku Using di Desa Kemiren Kecamatan Glagah. Desa Kemiren adalah sebuah desa adat suku Using yang masih mempertahankan tradisi maupun budaya asli.

“Jarit kluwung ikai, akeh dienggo wong using Kemiren. Tapi sing kabeh lek, mong wong hang sugih-sugih byaen (Kain Kluwung ini, banyak dipakai orang Using Kemiren. Tapi tidak semua, hanya orang mampu saja),” Kata Siyami.

Siyami menambahkan, jarit Kluwung buatannya banyak digunakan untuk keperluan upacara adat suku Using Kemiren. Seperti upacara pernikahan, upacara menyambut kelahiran bayi dan upacara pemakaman untuk menggendong batu nisan.

Ada dua kain tenun yang selama ini dikenal masyarakat, kain tenun Kluwung dan tenun Solok. Siyami biasa memproduksi keduanya. Padahal, menurut Siyami, dirinya merasa kesulitan untuk mencari bahan baku benangnya.

“Untuk kesulitannya, bahan baku yang mulai jarang ada di Banyuwangi. Kita harus beli di Surabaya, sementara yang pesan kan jarang, hanya orang-orang tertentu saja” Kata wanita yang menggunakan baju dan sarung batik ini .

Siyami bercerita jika semua alat-alat yang dipakai untuk menenun saat ini sudah turun temurun dari leluhur. “Alat ini Warisan dari ibu, kata ibu alat ini Warisan dari nenek” tutur Siyami sambil memasukkan benang warna merah kombinasi biru, lalu memukul barisan benang-benang itu agar tersusun rapi.

Source http://www.jatimtimes.com http://www.jatimtimes.com/baca/147718/20161011/212359/generasi-terakhir-pengrajin-tenun-kluwung-banyuwangi/
Comments
Loading...